KOTA TANGERANG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Sabtu malam (7/3) sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu (8/3/2026) pagi menyebabkan banjir dan genangan di sejumlah titik.
Berdasarkan data hingga pukul 06.30 WIB, banjir dan genangan tercatat terjadi di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Periuk, Cipondoh, Karang Tengah, Jatiuwung, Ciledug, Cibodas, Pinang, Larangan, Karawaci hingga Benda.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan ketinggian air di sejumlah wilayah bervariasi mulai dari sekitar 40 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
“Beberapa wilayah terdampak di antaranya Jalan Utama Villa Mutiara Pluit dan kawasan Danau Situ Bulakan di Kecamatan Periuk, Komplek Ciledug Indah 1 di Kecamatan Karang Tengah, serta beberapa perumahan dan jalan lingkungan di wilayah Ciledug, Cibodas dan Karawaci,” ujar Mahdiar.
Ia juga mengungkapkan, di Kecamatan Larangan terjadi tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir yang menyebabkan air masuk ke area permukiman warga.
“Sementara di Kecamatan Larangan, terjadi tanggul jebol di Perumahan Taman Cipulir dan turut menyebabkan air masuk ke area permukiman,” ungkapnya.
Saat ini, seluruh petugas terus bergerak melakukan penanganan di lapangan. Mulai dari monitoring wilayah terdampak, koordinasi lintas instansi, penyedotan genangan di fasilitas umum hingga membantu mobilisasi warga di area terdampak banjir.
Selain itu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang juga dilakukan penanganan kisdam di sejumlah titik, seperti di jembatan Bendungan Polor, Kali Angke serta Periuk Damai RW 08.
“Penanganan masih terus dilakukan, mulai dari normalisasi hingga evakuasi warga di sejumlah wilayah terdampak,” kata Mahdiar.
Petugas juga menurunkan perahu untuk membantu proses evakuasi serta melakukan penanganan pohon tumbang yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Sebagian warga yang terdampak banjir sementara mengungsi di beberapa titik posko, di antaranya di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Mushola Petir di Kecamatan Cipondoh dengan sekitar 60 kepala keluarga, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada.
Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga diminta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat melalui layanan 112 atau hotline BPBD Kota Tangerang yang siaga selama 24 jam.
(Zher)



