Festival Budaya Tangerang 2025 Tuai Kritik, Transparansi Pemkot Dipertanyakan


KOTA TANGERANG – Penyelenggaraan Festival Budaya Kota Tangerang 2025 menuai sorotan tajam dari publik. Agenda tahunan yang semestinya menjadi etalase kearifan lokal itu justru dinilai minim representasi budaya Tangerang dan lebih menonjolkan hiburan, sehingga memunculkan pertanyaan soal konsep hingga transparansi anggaran.

Festival yang digelar pada 5–7 November 2025 di kawasan Modernland tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Oktober 2025, namun mengalami penundaan. Perubahan jadwal dan konsep acara menjadi salah satu faktor yang kemudian memicu kritik dari sejumlah elemen masyarakat.

Aktivis Poros Tengah Tangerang (Portas), Hilman Santosa, menegaskan bahwa festival budaya seharusnya memiliki misi utama pelestarian dan penguatan identitas budaya lokal.

“Festival budaya idealnya menampilkan kekhasan Tangerang. Bukan sekadar hiburan yang menghabiskan anggaran besar tanpa nilai budaya yang jelas,” ujar Hilman.

Menurutnya, publik berhak mengetahui dasar penyusunan konsep hingga indikator keberhasilan kegiatan yang menggunakan anggaran daerah.

“Kalau anggarannya besar, maka akuntabilitasnya juga harus besar. Berapa porsi yang benar-benar dialokasikan untuk pelaku budaya lokal,” tambahnya.

Kritik serupa disampaikan Musisi Tangerang Raya, Ncing Oji, yang mempertanyakan mekanisme pelibatan seniman lokal dalam perencanaan festival.

“Seharusnya ada ruang diskusi dan kurasi terbuka. Jangan konsep ditentukan sepihak tanpa melibatkan pelaku seni,” kata Ncing.

Ia menilai Kota Tangerang memiliki banyak musisi dan pelaku seni berkualitas yang justru jarang dilibatkan dalam agenda kebudayaan daerahnya sendiri.

“Banyak teman-teman musisi Tangerang yang sering tampil di luar daerah. Tapi ketika ada event di Tangerang, mereka malah tidak diajak,” ujarnya.

Selain itu, Ncing juga menyoroti peran divisi kebudayaan di dinas terkait yang menurutnya perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar pembinaan seniman lokal berjalan optimal.

> “Mereka punya kewenangan dan fasilitas. Tapi banyak karya lokal yang tidak pernah diangkat,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Tangerang melalui dinas terkait yang membidangi kebudayaan dan pariwisata belum memberikan keterangan resmi terkait kritik publik terhadap Festival Budaya 2025, baik mengenai konsep acara, pelibatan seniman lokal, maupun alokasi anggaran.

Redaksi masih berupaya menghubungi pihak Pemkot Tangerang untuk meminta klarifikasi mengenai:

1. Tujuan dan konsep Festival Budaya Tangerang 2025

2. Skema pelibatan pelaku seni dan budaya lokal

3. Besaran dan penggunaan anggaran kegiatan

4. Evaluasi internal pascapenyelenggaraan acara

Klarifikasi tersebut dinilai penting sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik, sekaligus bahan evaluasi agar pelaksanaan festival budaya ke depan benar-benar mencerminkan identitas dan kearifan lokal Kota Tangerang.(zher)


Next Post

UPZ Kecamatan Jatiuwung Santuni Anak Yatim, Camat: Perkuat Kepedulian Sosial

Jum Des 19 , 2025
KOTA TANGERANG – Kecamatan Jatiuwung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai kepedulian sosial melalui kegiatan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan […]