CILEGON, INFO_PASS – Suasana khidmat dan penuh ketenangan terasa di Blok Santri Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten. Para santri mengikuti kegiatan doa bersama dan munajat sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan kerohanian yang dilaksanakan secara rutin.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi para warga binaan untuk sejenak menenangkan diri, melakukan introspeksi, serta memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan. Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa-doa dipanjatkan dengan harapan agar diberikan kekuatan, keteguhan hati, serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
Di balik keterbatasan ruang dan keadaan, para santri tetap memiliki harapan untuk menata kembali kehidupan. Setiap doa yang dipanjatkan menjadi bagian dari perjalanan panjang pembinaan, sekaligus pengingat bahwa perubahan selalu dimulai dari kemauan untuk berbenah.
Kalapas Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental spiritual warga binaan. Menurutnya, lingkungan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan diharapkan dapat menjadi salah satu bekal dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
“Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan. Kami berharap para warga binaan dapat memanfaatkan setiap kesempatan selama menjalani masa pembinaan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat,” ujar Wahyu Trah Utomo.
Lebih dari sekadar rangkaian doa, kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah. Kesalahan di masa lalu tidak harus menjadi akhir dari perjalanan, tetapi dapat menjadi pelajaran untuk melangkah dengan arah yang lebih baik.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Cilegon terus berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek mental dan spiritual.
Dari Blok Santri Lapas Cilegon, doa-doa itu dipanjatkan dengan penuh harap. Harapan untuk menjadi lebih baik, harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga, dan harapan untuk suatu hari nanti dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih siap dan lebih baik.
Karena terkadang, perubahan besar berawal dari sesuatu yang sederhana: hati yang ingin berubah dan doa yang tidak pernah berhenti.


