DLH Kota Tangerang : 1 Abad NU Jadi Momentum Merawat Lingkungan dan Peradaban Berkelanjutan


Kota Tangerang – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama tahun 1926–2026 dimaknai tidak sekadar sebagai tonggak sejarah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, tetapi juga sebagai momentum refleksi strategis dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai kemanusiaan, kebangsaan, serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, menegaskan bahwa satu abad perjalanan NU merupakan bukti konsistensi moral dan sosial dalam menjaga harmoni hubungan antara manusia, alam, dan nilai spiritual.

“Satu abad perjalanan Nahdlatul Ulama adalah manifestasi kesetiaan pada prinsip keseimbangan hidup. NU hadir bukan hanya sebagai penjaga tradisi keislaman dan kebangsaan, tetapi juga sebagai kekuatan kultural yang secara nyata merawat harmoni antara manusia dan alam,” ujar Wawan, Minggu (1/2/2026).

Mengusung tema besar Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia, Wawan menilai NU telah menempatkan isu lingkungan hidup sebagai bagian inheren dari perjuangan peradaban.

Konsep rahmatan lil ‘alamin yang selama ini menjadi fondasi gerakan NU, menurutnya, sejalan dengan paradigma pembangunan berkelanjutan yang menempatkan kelestarian alam sebagai prasyarat utama kesejahteraan manusia.

Dalam konteks kekinian, ia menyoroti tantangan ekologis seperti krisis iklim, degradasi kualitas lingkungan perkotaan, peningkatan volume sampah, hingga tekanan terhadap sumber daya air yang membutuhkan pendekatan etik sekaligus sistemik.

“Merawat jagat bukan sekadar jargon moral, melainkan kerangka etik dan praksis. Peradaban yang mulia tidak mungkin dibangun di atas kerusakan ekologis,” tegasnya.

Sebagai leading sector pengelolaan lingkungan di daerah, DLH Kota Tangerang terus mendorong transformasi kebijakan berbasis kolaborasi dan partisipasi publik. Program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, peningkatan ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran, hingga edukasi lingkungan sejak dini terus diperkuat.

Menurut Wawan, terwujudnya Kota Tangerang yang bersih, sehat, dan lestari tidak dapat dilepaskan dari peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan seperti NU yang memiliki basis sosial kuat hingga tingkat akar rumput.

“Kota Tangerang yang bersih dan lestari bukan hanya agenda teknis pemerintah daerah, tetapi bagian dari ikhtiar kebangsaan untuk menjamin keberlanjutan hidup generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia berharap momentum satu abad NU dapat menjadi katalis penguatan sinergi antara nilai keagamaan dan kebijakan publik, sehingga pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keadilan ekologis dan keberlanjutan jangka panjang.

Menutup pernyataannya, Wawan menegaskan bahwa sejarah panjang NU menjadi inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mengawal Indonesia menuju peradaban yang berdaulat secara moral, maju secara sosial, dan lestari secara ekologis.

“Merawat jagat adalah amanah lintas generasi. Dengan meneladani keteguhan NU selama satu abad, kita memiliki fondasi kuat untuk memastikan kemajuan hari ini tidak dibayar dengan kerusakan masa depan,” pungkasnya.(zher)


Next Post

Camat Cipondoh: KKMP Poris Plawad Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Ming Feb 1 , 2026
Kota Tangerang – Camat Cipondoh Muhamad Marwan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayahnya melalui peluncuran Koperasi Kelurahan Merah […]