KABUPATEN TANGERANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melalui Tim Kerja Gizi menyelenggarakan Workshop Anemia Remaja pada 19–20 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat edukasi dan upaya pencegahan anemia yang masih menjadi masalah kesehatan di kalangan remaja putri. Acara berlangsung di Aula Gedung Wanita dan diikuti oleh perwakilan siswi serta guru pendamping dari 20 sekolah menengah atas terpilih.
Selama dua hari pelaksanaan, workshop menghadirkan narasumber dari Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Provinsi Banten dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya gizi seimbang, langkah pencegahan anemia, manfaat dan cara konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), perilaku hidup sehat, serta peran remaja sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan keluarga. Para peserta juga mengikuti sesi interaktif berupa diskusi, simulasi, dan praktik komunikasi kesehatan agar ilmu yang didapat dapat disampaikan dengan baik kepada orang lain.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa angka anemia pada remaja putri masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data tahun 2025, dari total 49.730 siswi yang diperiksa, tercatat sekitar 16 persen di antaranya mengalami anemia. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menurunkan konsentrasi belajar, menurunkan produktivitas, hingga berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan anak di masa mendatang.
“Remaja putri adalah calon ibu masa depan. Pencegahan anemia sejak usia sekolah merupakan investasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas dari risiko stunting,” tegasnya, Rabu (20/5/2026).
Dengan melibatkan sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai wilayah, kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa melalui peran peserta sebagai peer educator atau pendidik sebaya. Dinas Kesehatan berharap para siswi yang mengikuti workshop dapat menjadi penggerak yang menyebarkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah di lingkungan masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam mendukung program kesehatan remaja. Diharapkan terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih peduli kesehatan, sehingga angka anemia pada remaja putri di Kabupaten Tangerang dapat terus ditekan dan terwujud generasi muda yang sehat dan berkualitas.
(*)


