Beredar Voice Note Diduga Singgung Profesi Wartawan, Media Center Rajeg Ajak Saling Menghargai


Tangerang – Beredarnya rekaman suara (voice note) yang diduga diucapkan oleh seorang koordinator lapangan bernama Marzuki menimbulkan reaksi dari sejumlah insan pers di Kabupaten Tangerang, khususnya yang tergabung dalam Media Center Rajeg (MCR), Jumat (3/4/2026).

Rekaman suara tersebut beredar luas melalui grup WhatsApp dan memuat pernyataan yang dinilai menyinggung profesi wartawan. Sejumlah jurnalis mengaku merasa tersinggung karena ucapan dalam rekaman tersebut dianggap merendahkan profesi media.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Media Center Rajeg (MCR), Nean Irawan, menyampaikan bahwa insan pers pada dasarnya menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan informasi publik, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Menurutnya, wartawan bekerja dengan fungsi kontrol sosial, menyampaikan informasi, serta menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah maupun pihak lainnya.

“Profesi media adalah profesi yang memiliki tugas menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap semua pihak bisa saling menghargai profesi masing-masing,” ujar Nean Irawan.

Ia menambahkan, apabila terdapat kesalahpahaman antara pihak tertentu dengan wartawan, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog, bukan dengan pernyataan yang dapat menimbulkan konflik atau kesalahpahaman yang lebih luas.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MCR, Abi Agung, menyoroti persoalan lain yang juga menjadi perhatian masyarakat, yakni terkait peredaran obat-obatan golongan G yang disebut-sebut dalam persoalan tersebut.

Ia berharap instansi terkait seperti aparat kepolisian, Dinas Kesehatan, BPOM, Satpol PP, hingga pemerintah daerah dapat bersinergi untuk mengawasi dan menertibkan peredaran obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan.

“Kami berharap semua pihak bisa bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah dan melindungi masyarakat dari peredaran obat-obatan yang berbahaya,” katanya.

Para insan pers di Rajeg berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bersama tentang pentingnya saling menghargai profesi, menjaga etika komunikasi, serta membangun hubungan yang baik antara masyarakat, pekerja lapangan, dan insan pers demi menjaga situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Tangerang.
(ZHER).