Bank Banten Bukukan Laba Rp20 Miliar, Optimistis Perkuat Peran Ekonomi Daerah


KORANTANGERANG.COM-Bank Banten menunjukkan tren kinerja positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp20 miliar pada tahun buku 2025. Capaian ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan KP3B, Kota Serang, Selasa (28/4/2026).

Rangkaian kegiatan dimulai dengan Pra-RUPS pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan agenda utama RUPST pukul 10.00 WIB, dan ditutup dengan sesi Public Expose. Forum tersebut dihadiri jajaran direksi, komisaris, pemegang saham, serta perwakilan pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriadi, mengapresiasi capaian kinerja bank daerah tersebut, namun menegaskan perlunya peningkatan di tahun mendatang.

“Capaian tahun 2025 ini merupakan langkah awal yang baik. Namun ke depan, laba harus terus ditingkatkan agar Bank Banten mampu menjadi motor utama penggerak ekonomi di Provinsi Banten,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari transformasi internal yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, laba Rp20 miliar serta total aset yang telah menembus angka Rp10 triliun menjadi indikator keberhasilan strategi efisiensi dan penguatan tata kelola perusahaan.

“Kami berkomitmen menjaga tren positif ini. Ke depan, fokus kami adalah memperkuat daya saing melalui digitalisasi layanan agar tetap relevan di tengah perkembangan industri perbankan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan target ambisius perseroan pada tahun 2026, yakni meraih laba sebesar Rp75 miliar. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Banten akan mengakselerasi pengembangan layanan digital serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Dari sisi kinerja keuangan, hingga akhir 2025 Bank Banten mencatat penyaluran kredit sebesar Rp5,07 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp6,42 triliun. Selain itu, kualitas aset juga mengalami perbaikan signifikan dengan rasio kredit bermasalah (Gross NPL) yang berhasil ditekan di bawah 5 persen.
Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, menilai capaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kepercayaan publik.

Ia juga menyebut meningkatnya kepercayaan pemerintah daerah terhadap pengelolaan RKUD turut menjadi faktor pendorong kinerja bank. Saat ini, empat daerah yakni Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, dan Kabupaten Serang telah mempercayakan pengelolaan RKUD kepada Bank Banten.

“Aset yang telah menembus Rp10 triliun menjadi fondasi kuat bagi Bank Banten untuk berkembang lebih luas. Kami mendorong agar bank ini tidak hanya fokus pada sektor pemerintahan, tetapi juga mampu menjangkau sektor swasta,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,33 persen, DPRD berharap Bank Banten dapat terus berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red)


Next Post

DLH Kota Tangerang Tegaskan Pungutan Rp20 Ribu ke PKL Bukan Resmi, Wawan Fauzi: Itu Penipuan

Rab Apr 29 , 2026
KOTA TANGERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menegaskan bahwa pungutan sebesar Rp20 ribu per bulan kepada pedagang kaki […]