KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersiap menghadirkan wajah baru ruang publik di wilayah utara kota melalui rencana pembangunan Alun-alun Benda dengan konsep kawasan aerotropolis. Uniknya, alun-alun ini akan mengusung monumen pesawat terbang asli sebagai ikon utama yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata edukasi bagi masyarakat.
Camat Benda, Saipul Ulum, mengungkapkan bahwa pembangunan Alun-alun Benda menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Tangerang yang mulai direalisasikan pada tahun 2026. Kehadiran monumen pesawat terbang asli dinilai sangat relevan dengan karakteristik wilayah Benda yang berada di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
“Kami sangat menyambut baik rencana pembangunan Alun-alun Benda ini. Apalagi, Pak Wali Kota Sachrudin telah menyampaikan bahwa alun-alun nanti akan memiliki ikon utama berupa monumen pesawat terbang asli yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata edukasi,” ujar Saipul Ulum, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, monumen pesawat tersebut tidak hanya menjadi simbol kawasan aerotropolis, tetapi juga diharapkan mampu menambah daya tarik wisata sekaligus memperkenalkan dunia penerbangan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pemkot Tangerang sendiri telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi yang berlokasi di sekitar Pergudangan Duta Indah Starhub. Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap awal berupa pengurukan lahan sebagai bagian dari persiapan konstruksi.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi dan sudah lama menantikan realisasi Alun-alun Benda. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar sehingga fasilitas ini bisa segera dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi dan edukasi,” tambah Ulum.
Lebih lanjut, Pemkot Tangerang berharap Alun-alun Benda dapat menjadi ruang publik baru yang representatif, inklusif, dan memiliki daya tarik kuat, tidak hanya bagi warga sekitar, tetapi juga bagi pengunjung dari luar Kota Tangerang.
Dengan mengusung konsep aerotropolis dan ikon pesawat terbang asli, Alun-alun Benda diproyeksikan menjadi landmark baru Kota Tangerang sekaligus ruang terbuka hijau yang mendukung aktivitas sosial, edukasi, dan pariwisata perkotaan.
(Zher)



