Menanam pada Waktunya, Memilih Bibit yang Sesuai, Membuka Jalan bagi Masyarakat Baduy
Oleh: Ki Yanie
Ada kekhawatiran bahwa program penanaman di wilayah adat Baduy akan bertentangan dengan adat. Kekhawatiran itu patut dihargai. Namun, Gerakan Baduy Lestari justru dirancang agar berjalan selaras dengan adat, bukan menabraknya.
Dari sisi waktu, kegiatan telah diselaraskan dengan kalender adat Baduy. Dari sisi jenis bibit, bantuan yang diberikan juga dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Jadi, ini bukan soal membawa program dari luar lalu memaksakan masyarakat Baduy untuk mengikutinya.
Justru programnya yang menyesuaikan diri dengan adat.
Gerakan Baduy Lestari bersama Perkumpulan Urang Banten (PUB) akan dilaksanakan pada 17 Oktober 2026 di wilayah masyarakat adat Baduy, dengan semangat menjaga alam sekaligus menghormati tata kehidupan adat.
Target 70.000 bibit bukan semata-mata angka untuk memenuhi laporan kegiatan. Harapannya, bibit tersebut benar-benar dapat ditanam pada waktunya, dipelihara oleh masyarakat, dan tumbuh menjadi tanaman yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan kehidupan.
Yang lebih penting, Gerakan Baduy Lestari diharapkan menjadi pintu masuk yang semakin terbuka bagi masyarakat Baduy untuk memperoleh bibit unggul secara gratis dari pemerintah.
Inilah nilai strategis gerakan tersebut.
Masyarakat Baduy tidak hanya membutuhkan ajakan untuk menanam. Mereka juga membutuhkan akses terhadap bibit yang berkualitas dan sesuai dari Pusat Pembibitan Rumpin Bogor, sementara pemerintah memiliki sumber daya dan program penyediaan bibit yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian lingkungan.
Maka, gerakan ini dapat menjadi jembatan: masyarakat adat tetap memegang adatnya, sementara akses terhadap sumber daya pemerintah dalam hal ini dari Kementrian Kehutanan RI menjadi semakin mudah.
Pada akhirnya, keberhasilan Baduy Lestari bukan diukur dari meriahnya seremoni, banyaknya spanduk, atau berapa banyak bibit yang dibagikan.
Ukuran keberhasilannya sederhana:
bibit sesuai, ditanam sesuai adat, dipelihara, tumbuh, dan manfaatnya kembali kepada alam serta masyarakat.
Karena itu, Baduy Lestari bukan gerakan untuk mengubah adat Baduy.
Sebaliknya, ini adalah ikhtiar Perkumpulan Urang Banten (PUB) bersama masyarakat dan berbagai pihak untuk menguatkan pelestarian alam dengan tetap menghormati adat, sekaligus membuka akses masyarakat Baduy terhadap bibit unggul secara gratis dan berkelanjutan.
17 Oktober 2026.
Bukan sekadar hari menanam.
Tetapi momentum untuk mempertemukan adat, pelestarian alam, kepedulian masyarakat, dan akses bantuan pemerintah dalam satu gerakan bersama.
Adat tetap dijaga.
Alam tetap dilestarikan.
Akses bibit semakin terbuka.
Masyarakat semakin berdaya.


