Ciangir – Menindaklanjuti Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tanggal 15 Februari 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kebersihan/Kerja Bakti Insan Pemasyarakatan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan, pada Rabu, 18 Februari 2026, Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas IIB Ciangir melaksanakan kegiatan kebersihan di area sekitar lapas dan Mushola Nurul Iman milik warga Kampung Ciangir.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup sehat dan tanggung jawab bersama. Selain itu, kegiatan ini selaras dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan agar seluruh jajaran pemasyarakatan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan kerja maupun lingkungan masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, jajaran petugas, Peserta magang bersama Warga Binaan bergotong royong membersihkan area perkantoran. Kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti di Mushola Nurul Iman Kampung Ciangir, yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat setempat.
Di mushola tersebut, petugas, Peserta Magang dan Warga Binaan membersihkan ruang utama, tempat wudhu, karpet, kaca jendela, serta merapikan halaman dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih nyaman dan khusyuk. Selain melakukan pembersihan, pihak lapas juga menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan seperti sapu, alat pel, ember, dan perlengkapan kebersihan lainnya untuk mendukung perawatan mushola secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Ciangir, Soeistanto Poedji Djatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat serta implementasi nilai-nilai pemasyarakatan yang humanis.
“Kami ingin menyambut Ramadhan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian. Mushola Nurul Iman adalah fasilitas ibadah milik warga, sehingga sudah menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk turut menjaga kebersihan dan kenyamanannya. Ini juga menjadi sarana pembinaan bagi WBP agar memiliki rasa empati dan tanggung jawab sosial,” ujar Soeistanto.
Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Melalui kerja bakti ini, mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan, tetapi juga menumbuhkan nilai gotong royong dan kesiapan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Lapas Terbuka Ciangir berharap sinergi yang terjalin dengan masyarakat Kampung Ciangir dapat terus diperkuat, sehingga momentum Ramadhan menjadi ajang mempererat silaturahmi serta menumbuhkan keberkahan bagi seluruh pihak.



