Senyum Pengayuh Ontel di Tengah Patroli Malam: Warga Apresiasi Kehadiran Polisi di Pesisir Tangerang


Korantangerang.com – Kab. Tangerang — Udara dingin dan jalanan sepi tak menyurutkan langkah jajaran kepolisian dari Polsek Pakuhaji, Teluk Naga, dan Sepatan dalam menggelar Operasi Cipta Kondisi pada Sabtu malam (2/8/2025). Sekitar pukul 23.45 WIB, apel malam dipimpin langsung oleh Kapolsek Teluk Naga, AKP Nanda Baso STrk, di halaman Mapolsek Teluk Naga.Minggu (3/8/2025).

Patroli malam itu bukan hanya tentang penegakan hukum. Di sela-sela penyisiran wilayah rawan di kawasan pesisir seperti Jl. Teluk Naga – Pakuhaji hingga Jalan Sa’adullah dan wilayah Polsek Sepatan, hadir pula cerita kecil yang menghangatkan suasana.

Kemudian Ahmad (35) seorang pedagang pasar yang malam itu mengayuh sepeda ontelnya menuju lokasi berdagang. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan iring-iringan patroli besar yang melibatkan polisi, TNI, Satpol PP, dan Pokdar Kamtibmas.
“Alhamdulillah, malam-malam ada polisi yang patroli. Rasanya lebih tenang bawa barang dagangan,” ujarnya dengan senyum tulus di wajah lelahnya.

” Kapolsek Pakuhaji, AKP Rokhmatulloh menegaskan, kehadiran petugas di tengah malam bukan sekadar rutinitas. “Ini bentuk nyata kehadiran negara untuk menjamin rasa aman, terutama di wilayah pesisir. Kalau ada pelanggaran kasat mata, kita tindak tegas namun tetap humanis,” ungkapnya.

Operasi malam itu juga menyasar potensi tawuran remaja, yang akhir-akhir ini meresahkan warga. “Beberapa waktu lalu, ada korban tawuran hingga tangannya putus. Itu tidak bisa kita biarkan. Kita harus hadir sebelum kejadian buruk terjadi,” tambahnya tegas.

Patroli yang dimulai pukul 00.30 WIB itu berjalan aman hingga menjelang subuh pukul 03.40 WIB. Tak hanya memberi rasa aman, kehadiran aparat juga menjadi bentuk dialog langsung dengan warga. Kepolisian menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digelar, tak hanya di malam minggu, namun menjadi bagian dari patroli rutin.

“Di beberapa desa, saya melihat kesadaran warga mulai tumbuh. Ada poskamling yang aktif, ada hansip yang diberdayakan. Ini bukti masyarakat ikut peduli,” pungkas AKP Rokhmatulloh, penuh harap.

Senyuman Ahmad, sang pengayuh ontel, mungkin sederhana. Tapi di balik senyum itu ada rasa syukur dan harapan. Harapan bahwa jalanan malam tetap aman, bahwa dagangan bisa sampai tujuan, dan bahwa polisi hadir bukan hanya sebagai penjaga hukum, tapi juga pelindung bagi rakyat kecil,Pungkasnya (Aderiza).


Next Post

Negara Masih Bungkam, Frans dan Alex Mendur Belum Juga Diangkat sebagai Pahlawan

Ming Agu 3 , 2025
JAKARTA – Di tengah gegap gempita kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, dua sosok bersaudara berlari melawan waktu dan risiko demi […]