Jakarta – Hingga Juni 2021, PLN telah berhasil melakukan implementasi co-firing pada 17 PLTU. Co-firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai substitusi sebagian batu bara atau campuran batu bara di PLTU. Biomassa ini bisa diperoleh dari limbah perkebunan, limbah kayu, limbah pertanian, dan sampah.
Sumber biomassa berasal dari tanaman energi yang ditanam pada lahan kering atau dibudidayakan pada kawasan Hutan Tanaman Energi seperti pohon Kaliandra, Gamal dan Lamtoro.
Dari proyek co-firing tersebut, PLN telah menghasilkan energi hijau setara kapasitas pembangkit 189 MW. Pencapaian ini menjadi bukti keseriusan PLN dalam mendukung program Pemerintah dalam percepatan pemanfaatan EBT menuju target 23 persen di tahun 2025.
(Sumber Youtube PLN)



