Pusing saat berdiri sering kali disebabkan oleh kurang minum, melewatkan makan, atau perubahan posisi tubuh yang secara tiba-tiba. Meski sering dianggap sepele, pusing saat berdiri sebaiknya tidak diabaikan dan perlu segera diatasi karena bisa mengganggu aktivitas bahkan menyebabkan cedera akibat jatuh.
Pusing sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya kondisi medis atau penyakit tertentu. Keluhan ini dapat muncul secara mendadak, salah satunya saat seseorang berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
Pusing saat berdiri umumnya hanya berlangsung beberapa detik. Namun, sensasi kepala terasa berputar dan melayang ini terkadang bisa bertahan lebih lama hingga berjam-jam dan mengganggu keseimbangan. Jika berlangsung terus-menerus, pusing saat berdiri dapat membuat penderitanya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.
Penyebab Umum Pusing Saat Berdiri
Ada beberapa hal yang sering menyebabkan pusing saat berdiri, berikut beberapa di antaranya:
1. Hipotensi ortostatik
Ketika Anda berdiri secara tiba-tiba setelah duduk atau berbaring, gravitasi dapat membuat darah mengalir lebih banyak ke bawah tubuh, terutama ke kaki. Jika tubuh tidak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, otak bisa kekurangan aliran darah dan oksigen dalam beberapa detik. Nah, inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya keluhan pusing saat berdiri.
Kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai hipotensi ortostatik ini sering dialami oleh lansia, seseorang yang sedang mengalami dehidrasi, atau sedang konsumsi obat tertentu.
2. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan (dehidrasi) dapat menyebabkan tubuh kehilangan volume darah, sehingga darah yang dipompa ke otak pun berkurang. Akibatnya, ketika berdiri, aliran darah ke otak tidak cukup dan timbullah rasa pusing saat berdiri.
Pada kasus yang berat, dehidrasi juga bisa memicu lemas, kram otot, bahkan pingsan. Kondisi ini biasanya sering terjadi saat cuaca panas, banyak berkeringat, atau mengalami diare.
3. Anemia
Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau kadar hemoglobin menurun. Ketika kondisi ini terjadi, otak bisa kekurangan oksigen, karena sel darah merah bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Akibatnya, Anda bisa merasa lemas, mudah lelah, dan sering pusing saat berdiri.
Anemia sering dialami oleh wanita yang sedang menstruasi, ibu hamil, maupun penderita penyakit kronis yang memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, seperti penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.
4. Gula darah rendah
Jika Anda tidak makan dalam waktu lama, melewatkan sarapan, atau berolahraga tanpa asupan yang cukup, kadar gula darah bisa turun drastis. Ketika kondisi ini terjadi, otak bisa kekurangan glukosa, yaitu sumber energi utama yang dibutuhkan otak untuk tetap berfungsi optimal. Akibatnya, fungsi otak terganggu dan menyebabkan timbulnya keluhan pusing saat berdiri.
Tidak hanya menyebabkan kepala pusing, kadar gula darah rendah (hipoglikemia) juga akan menyebabkan Anda mudah lapar, lemas, dan mengalami keringat dingin.
5. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti obat antihipertensi, antidepresan, dan diuretik, dapat menurunkan tekanan darah secara berlebihan. Nah, saat Anda berdiri, tubuh mungkin sulit mempertahankan tekanan darah yang stabil, sehingga menimbulkan pusing saat berdiri atau perasaan ingin jatuh.
6. Kehamilan atau menstruasi
Selama kehamilan atau menstruasi, kadar hormon estrogen dan progesteron di tubuh akan berubah. Nah, perubahan kadar kedua hormon tersebut dapat melebarkan pembuluh darah dan mengubah pola sirkulasi darah dalam tubuh. Akibatnya, tekanan darah bisa turun secara tiba-tiba terutama saat berdiri.
Selain itu, saat menstruasi atau hamil, tubuh juga lebih rentan terkena anemia sehingga risiko terjadinya pusing saat berdiri juga meningkat.
7. Gangguan jantung atau saraf
Bila jantung tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh, atau sistem saraf otonom yang mengatur tekanan darah terganggu, mekanisme tubuh untuk menyesuaikan tekanan darah jadi tidak optimal. Akibatnya, keluhan pusing saat berdiri bisa terjadi.
Selain kepala jadi pusing saat berdiri, gangguan jantung atau saraf juga biasanya disertai gejala lain, seperti jantung berdebar, nyeri dada, atau lemas.
Cara untuk Mencegah Pusing Saat Berdiri
Pusing saat berdiri umumnya bisa sembuh dan hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus. Meski begitu, jika terjadi berulang kali, keluhan ini tentu sangat mengganggu, sehingga beberapa cara untuk mencegah terjadinya pusing saat berdiri kerap diupayakan agar keluhan ini tidak muncul kembali.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko munculnya keluhan pusing saat berdiri:
1. Ubah posisi secara perlahan
Saat bangkit dari duduk atau berbaring, lakukan gerakan secara perlahan. Beri waktu beberapa detik sambil duduk di tepi tempat tidur sebelum benar-benar berdiri. Cara ini memberi kesempatan tubuh untuk menyesuaikan tekanan darah, sehingga aliran darah ke otak tetap terjaga dan mencegah terjadinya pusing saat berdiri.
2. Cukupi asupan cairan
Pastikan Anda minum cukup air putih, minimal 2 liter per hari, atau sesuai kondisi tubuh, aktivitas, dan cuaca. Dengan memenuhi kebutuhan cairan harian, volume darah akan stabil dan sirkulasi darah ke otak pun tetap optimal, sehingga risiko terjadinya pusing saat berdiri pun berkurang.
3. Jangan lewatkan waktu makan
Makan teratur sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Oleh karena itu, agar kadar gula darah tetap stabil dan risiko terjadinya pusing saat berdiri berkurang, hindari melewatkan waktu makan, serta pilihlah makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.
4. Hindari berdiri terlalu lama
Jika pekerjaan Anda mengharuskan berdiri lama, usahakan sesekali menggerakkan kaki, merenggangkan otot, atau berjalan beberapa langkah. Pasalnya, gerakan sederhana ini dapat membantu sirkulasi darah ke jantung dan otak tetap lancar, sehingga mencegah penurunan tekanan darah mendadak yang bisa memicu pusing saat berdiri.



