Tegal – Adanya kekeringan yang menjadi alasan klasik warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, menjadikan berkah tersedniri bagi pengusaha pengeboran sumur yang ada. Bahakn banyak sumur warga yang minta dibor agar keluar air.
Dengan adanya aksesa jalan makdam yang usai dibangun oleh TMMD menjadikan usaha pengeboran sumur semakin lancar. Dampak pembangunan makadam jalan TMMD Kodim Tegal juga dirasakan oleh pengusaha pengeboran air. Berkah bagi salah satu warganya yang berprofesi sebagai pengebor air atau pembuat sumur bor, Kastum (61) Dukuh Gemahsari RT. 03 RW. 04, Jatimulya. Kastum mengaku sekali ngebor dirinya mendapatkan upah 250 ribu rupiah.
Dampak kekeringan yang melanda di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, juga dialami setidaknya 5 kecamatan. Salah satunya adalah Kecamatan Suradadi, termasuk Desa Jatimulya, lokasi TMMD Reguler 105 Kodim 0712 Tegal.
Sementara ditanya anggota Satgas TMMD, Serda Mursidi, soal jalan baru yang sedang dibangun TNI bersama segenap komponen dan masyarakat, ia menyatakan terima kasih. Alasannya sederhana, jika makadam selebar 3 meter dengan panjang 1,6 kilometer dan 702 meter di Dukuh Sigerung, Jatimulya selesai, akan mempermudah menjangkau pelosok desanya khususnya dalam mengebor.
“Jalan makadam yang sedang dibangun akan mempermudah saya jika diminta petani desa mengebor di areal persawahan mereka untuk menyiram tanaman,” ucapnya.