Pemkot Tangerang Percepat Pembangunan Sanitasi dan Air Bersih Sepanjang 2025


KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan infrastruktur sanitasi dan penyediaan air bersih. Sepanjang tahun 2025, berbagai program strategis direalisasikan melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari visi besar Pemkot Tangerang dalam mewujudkan kota yang sehat, layak huni, serta terbebas dari kawasan kumuh.

Dalam upaya memperluas akses layanan dasar masyarakat, Pemkot Tangerang melalui Dinas Perkimtan membangun sebanyak 400 sambungan air bersih rumah tangga sepanjang 2025. Program ini memberikan manfaat langsung bagi ratusan keluarga yang kini dapat menikmati akses air bersih yang aman dan berkualitas.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga merealisasikan pembangunan 308 unit jamban sehat keluarga yang difokuskan pada wilayah padat penduduk dan kawasan kumuh. Kehadiran jamban sehat tersebut diharapkan mampu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sekaligus menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.

Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Tangerang, Decky Priambodo Koesrindartono, Ir., ST., MM., MSc, menegaskan bahwa pembangunan sanitasi dan air bersih menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur sanitasi dan air bersih merupakan prioritas Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sepanjang 2025, kami fokus memperluas akses air bersih, menyediakan jamban sehat di kawasan kumuh, serta memperkuat sistem pengelolaan limbah tinja secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, Pemkot Tangerang juga terus memperkuat sistem sanitasi terpusat. Sepanjang 2025, layanan penyedotan kakus tercatat sebanyak 5.630 kali di berbagai wilayah Kota Tangerang. Layanan ini bertujuan memastikan septic tank berfungsi optimal dan tidak mencemari lingkungan sekitar.

Sejalan dengan itu, Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Bawang turut mengalami peningkatan kapasitas. Pada tahun 2025, kapasitas penerimaan IPLT Bawang dikembangkan hingga 200 meter kubik per hari dan direncanakan mulai beroperasi secara efektif pada tahun 2026.

“Peningkatan kapasitas IPLT Bawang menjadi 200 meter kubik per hari merupakan langkah strategis untuk mendukung terwujudnya Kota Tangerang yang sehat dan bebas kumuh, sekaligus memastikan pengelolaan limbah tinja dilakukan sesuai standar lingkungan,” tambah Decky.

Pemkot Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur sanitasi dan air bersih secara berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang.

(Advetorial)


Next Post

Pemkot Tangsel Lakukan Pengangkutan Sampah Secara Bertahap, Pastikan Penanganan Berjalan Lancar Terkendali

Kam Des 18 , 2025
TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melakukan pengangkutan sampah secara bertahap di sejumlah titik yang sempat mengalami […]