Ngobrol Masalah PPDB Dan Pungli Sekolah Di Tangerang Selatan


Ngobrol Masalah PPDB Sampai Pungli Di Sekolah Tangsel .

Korantangerang. com – Tangsel Club (TC) menggelar kegiatan ” Ngobrol Soal Pendidikan Tangsel di sebuah Resto dibilangan Tangerang Selatan,Jumat (25/1/2019). Hadir dalam Obrolan Interaktif ini diantaranya,Ketua Tangsel Club (TC) Uten Sutendy , Muslim Nur S.Pd yang mewakili Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan , Ngatmin dari Dewan Pendidikan, Profesor Sudarmoto, Eko Pepe, Praktisi Pendidikan Rita Djuwita, Ketua PGRI Tangsel Cartam,dan Ketua MKKS H.Nindin serta beberapa pengamat tentang Pendidikan di Tangsel .

“Regulasi dalam Pendidikan sudah smart tetapi harus lebih banyak strategi pendidikan.PPDB kedepan tidak ada lagi kekisruhan dan kedepan pemetaan zonasi akan lebih merata dan berkeadilan,”Muslim dari Dindik Tangsel.

DR.H.Ngatmin,Mpd selaku Dewan Pendidikan Kota Tangsel akan berusaha meluruskan yang bengkok bukan membengkokkan yang lurus , mengkonsepkan pendidikan yang akan datang hingga menjadi smart tanpa melibatkan birokrasi yang merumitkan masyarakat.

Sementara itu Prof Sudarmoto Dosen UIN juga berpendapat untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa adalah dengan kegiatan teriduksi di dalam pendidikan.Dan ternyata ada tiga pilihan, jalur cepat, jalur lambat atau jalur biasa biasa saja.

“PPDB membutuhkan sumber daya manusia yang baik,terutama disektor pendidikan agama adalah sangat penting bagi anak anak khususnya di Tangsel”jelasnya.

Ketua Tangerang Club (TC) Uten Sutendy yang juga ketua panitia acara “Ngobrol Soal Pendidikan Di Tangsel” ini menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan dialog-dialog standar yang rutin dan biasa kita laksanakan.

“Merespon permintaan kawan kawan anggota di Tangsel club maupun pemerintahan sesuai bidangnya, dalam konteks ini bidang pendidikan,”terangnya.

Kegiatan ini sebetulnya untuk membantu memecahkan kekisruhan, kebuntuan komunikasi antara pemerintah kota dengan masyarakat dalam soal pendidikan.

“Kemarin sudah banyak kejadian, dinamika, kekiseruhan, ada demo, protes dan segala macem gitu. Nah makanya kita perlu duduk bareng, kira kira begitu, dimana titik persoalannya, dan sama sama mencari solusi supaya kejadian kejadian kemarin tidak terulang. Kira kira begitu,” ujar Uten yang menjadi mederator.

Uten Berpendapat mengenai zonalisasi hal yang baik dan itu kan trendnya kan.Kalau trendnya bagus, arahnya bagus, cuma mungkin pemerintah kota kemarin belum mampu mengantisipasi persoalan persoalan teknis.

” Misalnya soal teknis tekhnologi komputerisasi nya, terus tenaga IT nya, kemudian kuota, pemenuhan kuota, kuota yang belum transparan. Sehingga dibilang tadi kan ada hang karena kebanyakan atau apa? Kan harusnya itu sudah diantisipasi dari awal supaya tidak terjadi miss tekhnologi kaya gitu, gitu loh… Nah yang lain-lainnya kan sudah terbuka, sudah mulai transparan gitu loh,”paparnya.

‌Menurutnya sekarang harus mulai open mind artinya berpikir yang lebih terbuka. Karena amanat yang diberikan undang undang tentang 20% anggaran pendidikan itu harus diimplementasikan dalam bentuk yang lebih konkrit bukan hanya penyelenggaraan secara teknis dan sistem.Tetapi bagaimana pemerintah kota harus punya greget, fokus ke inti pencerdasan warga yang sesungguhnya. Terutama dalam pembentukan karakter anak anak didik. Kalau sekedar membangun gedung sekolah, membangun sistem, semua daerah juga bisa, semua kota juga bisa. Itu hal gampang. Tapi bagaimana yang paling penting itu kepedulian dari pemerintah kota, dari walikota, dari kepala dinas untuk membangun kota ini betul betul cerdas.

” Bagaimana melahirkan anak anak bangsa di Tangsel yang betul betul cerdas dan berkarakter. Yang kedua dengan transparansi publik seperti ini harusnya sudah tidak ada lagi monopoli didalam penerimaan murid murid baru maupun penyelenggaraan pendidikan secara keseluruhan,”jelasnya.

“Jangan ada jual beli nilai, jual beli kursi, titip menitip itu di era modern seperti ini sangat memalukan, karena itu efeknya tidak baik untuk kualitas pendidikan maupun terh


Next Post

Lepas KKN, Sachrudin Berpesan Junjung Dan Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sab Jan 26 , 2019
Korantangerang.com – Sejak sabtu pagi (26/01) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2019 sudah memadati GOR […]