Kota Tangerang — Masjid Raya Al A’zhom terus mengukuhkan posisinya sebagai ikon wisata religi unggulan di Kota Tangerang. Masjid kebanggaan masyarakat ini tak pernah sepi pengunjung, terutama saat libur sekolah, akhir pekan, hingga momen pergantian Tahun Baru 2026. Ribuan wisatawan dari berbagai daerah datang setiap hari untuk beribadah sekaligus menikmati kemegahan arsitektur masjid yang dikenal memiliki salah satu kubah terbesar di dunia.
Berlokasi di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Masjid Raya Al A’zhom berdiri megah di atas lahan wakaf seluas 2,25 hektare. Masjid ini mulai dibangun pada 7 Juli 1997 dan diresmikan pada 23 April 2003. Perancang masjid ini adalah Ir. H. Slamet Wirasonjaya, guru besar arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB), yang terinspirasi dari arsitektur masjid-masjid besar di Timur Tengah, khususnya Hagia Sophia di Istanbul, Turki.
Kubah Terbesar Sarat Makna Filosofis
Keistimewaan utama Masjid Raya Al A’zhom terletak pada lima kubah raksasa yang menjulang megah. Kubah utamanya memiliki diameter mencapai 63 meter, sehingga diklaim sebagai salah satu kubah masjid terbesar di dunia.
Lima kubah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen arsitektur, tetapi juga mengandung makna mendalam. Kubah-kubah itu melambangkan lima rukun Islam sekaligus shalat wajib lima waktu, dengan dominasi warna biru dan hijau muda yang memberikan kesan teduh dan menenangkan bagi jamaah.
Empat Menara Penjaga Spiritualitas
Selain kubah megah, Masjid Raya Al A’zhom juga memiliki empat menara setinggi 55 meter. Keempat menara ini merepresentasikan empat ajaran utama dalam Islam, yakni aqidah, akhlak, syariah, dan ibadah.
Desain menara mengadopsi gaya Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah di Kuala Lumpur, sementara ujung menara yang runcing terinspirasi dari bentuk menara Hagia Sophia. Perpaduan arsitektur global dan lokal ini menjadikan Masjid Raya Al A’zhom tampil unik sekaligus berkarakter.
Payung ala Masjid Nabawi Jadi Magnet Baru
Daya tarik Masjid Raya Al A’zhom semakin bertambah dengan hadirnya empat payung raksasa di area taman masjid yang menyerupai payung di halaman Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Peremajaan kawasan ini mulai dilakukan sejak September 2023 dan kini telah rampung serta dapat dinikmati oleh jamaah dan pengunjung.

Keberadaan payung tersebut tidak hanya memperindah kawasan masjid, tetapi juga memberikan kenyamanan dengan menghadirkan area teduh bagi jamaah. Tak heran, kawasan payung taman kini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk beristirahat maupun mengabadikan momen kunjungan.
Pusat Ibadah, Edukasi, dan Wisata Religi
Masjid Raya Al A’zhom tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi religi dan akulturasi budaya. Di dalamnya terdapat fasilitas pendukung seperti perpustakaan religi yang terbuka untuk masyarakat umum.
Bangunan masjid yang dikelilingi dinding menyerupai benteng juga menjadi simbol sejarah Kota Tangerang yang dikenal sebagai Kota Benteng, memperkuat identitas lokal dalam balutan arsitektur Islam modern.
Ikon Kebanggaan Kota Tangerang
Dengan kemegahan arsitektur, filosofi mendalam, serta fasilitas yang terus diperbarui, Masjid Raya Al A’zhom menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kota Tangerang. Masjid ini bukan hanya destinasi ibadah, tetapi juga ruang wisata religi yang ramah keluarga dan terbuka bagi wisatawan dari berbagai latar belakang.
Kehadiran Masjid Raya Al A’zhom sekaligus memperkuat citra Kota Tangerang sebagai kota religius, toleran, dan terus berkembang, menjadikannya salah satu tujuan wisata religi paling diminati di wilayah Jabodetabek.(zher).



