Masih Berpedoman Pada Adat, Ini yang Dilakukan Satgas


Donggala,- Sebelum acara pembukaan pengerjaan jembatan 6 di Desa Kapiroe Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi, Pemangku adat daerah Bobo melakukan ritual di tepi sungai. Dengan sesajen yang dibutuhkan, keturunan pemangku adat. Alim ini mulai mengadakan ritual.

Hal ini dilakukan agar dalam pengerjaan baik operator ekskavator dan TNI dalam mengerjakan tugas untuk menyelesaikan program TMMD 104 khususnya pembuatan jembatan 6 selamat tidak ada halangan suatu apapun.

“Ya ini merupakan syarat dan sudah menjadi tradisi kita dalam melakukan ritual agar pekerjaan yang dilakukan oleh operator dan satgas selesai dengan baik tidak ada halangan suatu apapun,” Kata Alim, Minggu (10/3/19)

Perlu diketahui bahwa Desa Kapiroe merupakan desa pedalaman yang kental akan budaya nyadran untuk menghormati para leluhurnya. Mereka masih menganggap bahwa sesuatu sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan perlu untuk memberikan sesajen kepada ghaib.(EDTR)


Next Post

Pasang Aksi di Saat TMMD 104 dengan Bawa Golok

Ming Mar 10 , 2019
Donggala,- Banyak cara yang dilakukan untuk menarik perhatian dan juga mengurangi rasa jenuh dalam pelaksanaan TMMD 104 di Kec. Palolo […]