Lukisan dari Hati Warga Larangan, Apresiasi Tulus untuk BPBD Kota Tangerang


KOTA TANGERANG — Kamis sore (29/1/2026) menjadi momen yang penuh haru dan makna di Kantor BPBD Kota Tangerang. Seorang warga Larangan, Rahmat, datang membawa sebuah lukisan tangan (handmade) sebagai bentuk apresiasi tulus kepada tim BPBD yang selama ini dikenal sigap dan tanpa lelah hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi darurat.

Bukan sekadar karya seni, lukisan tersebut menjadi simbol rasa terima kasih, kepedulian, dan kasih sayang warga kepada para petugas yang kerap berada di garis terdepan saat bencana maupun kondisi darurat lainnya. Lukisan itu diserahkan langsung kepada Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang dalam suasana sederhana namun sarat emosi kebersamaan.

Kalak BPBD Kota Tangerang mengaku terharu atas perhatian yang diberikan masyarakat. Menurutnya, dukungan moral seperti ini menjadi energi positif bagi seluruh personel di lapangan.

“Kami sangat tersentuh dan mengucapkan terima kasih kepada Saudara Rahmat. Lukisan ini bukan hanya sebuah karya seni, tetapi menjadi pengingat bagi kami untuk terus menjaga semangat pengabdian, memberikan pelayanan terbaik, dan selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun,” ujar Kalak BPBD Kota Tangerang.

Ia menambahkan, apresiasi dari warga menjadi bukti bahwa kerja kemanusiaan yang dilakukan selama ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Apa yang kami lakukan adalah bentuk tanggung jawab dan pengabdian. Ketika masyarakat memberikan apresiasi seperti ini, itu menjadi penyemangat luar biasa bagi seluruh personel BPBD untuk terus bekerja dengan hati,” tambahnya.

Sementara itu, Rahmat mengungkapkan bahwa lukisan tersebut dibuat sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih kepada para petugas BPBD yang kerap terlihat berjibaku di lapangan, membantu warga saat banjir, cuaca ekstrem, maupun kondisi darurat lainnya.

Momen penyerahan lukisan itu pun menjadi gambaran kuat tentang hubungan emosional antara petugas pelayanan publik dan masyarakat. Di balik seragam dan tugas berat, ada ikatan kemanusiaan yang tumbuh dari rasa saling peduli dan menghargai.

Kehadiran karya seni dari warga Larangan ini diharapkan dapat menjadi simbol semangat kebersamaan, sekaligus pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu menemukan tempat di hati masyarakat.
(Zher)


Next Post

Perkuat Sinergi Implementasi KUHP Baru, Kakanwil Ditjenpas Banten Audiensi dengan Wali Kota Cilegon

Kam Jan 29 , 2026
KORANTANGERANG.COM-Dalam rangka mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal […]