Serang, INFO PAS – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Muhammad Ali Syeh Banna, memimpin langsung kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Jabatan Manajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Banten, Senin (13/04), bertempat di Lapangan Gedung Pengabdian.
Sebanyak 26 (dua puluh enam) pejabat manajerial resmi dilantik dalam kegiatan tersebut. Pelantikan ini mencakup sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, hingga Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada institusi, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Jabatan ini bukan sekadar posisi, tetapi bentuk kepercayaan yang harus dijaga. Tunjukkan bahwa Saudara layak dan mampu mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab serta selalu melibatkan nilai-nilai keimanan dalam setiap langkah,” tegas Ali Syeh Banna.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan tugas, tidak semua harapan dapat tercapai secara instan. Namun demikian, seluruh pejabat diharapkan tetap bekerja secara optimal dengan penuh keikhlasan dan dedikasi tinggi.
“Kesempurnaan hanya milik Allah. Dalam setiap keterbatasan, kita tetap dituntut memberikan kinerja terbaik, bekerja dengan hati, dan menjunjung tinggi integritas,” lanjutnya.
Kakanwil juga menyampaikan rasa bangga atas sumber daya manusia yang dimiliki Kanwil Ditjenpas Banten. Ia meyakini para pejabat yang dilantik merupakan individu-individu berkapasitas, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi dalam mendukung kemajuan organisasi.
Sebagai tindak lanjut, para pejabat yang baru dilantik diminta untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, memahami tugas dan fungsi secara menyeluruh, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang solid. Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi perhatian utama, dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme, dan pendekatan humanis.
“Saya mendorong seluruh pejabat untuk menjadi teladan, menjaga nama baik institusi, serta terus berinovasi menghadirkan terobosan yang konstruktif bagi kemajuan organisasi,” ujar Ali.
Mengakhiri sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa jabatan yang diemban harus dimaknai sebagai ladang pengabdian, bukan sekadar kedudukan.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan lancar, serta diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.



