TANGERANG – Himpunan Jurnalis Tangerang Raya (JTR) terus mengintensifkan langkah konsolidasi eksternal melalui agenda roadshow audiensi ke berbagai lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Tangerang Raya.
Kali ini, jajaran pengurus JTR melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, H. Muhammad Amud, S.Sos, didampingi Kasubag Humas Dr. Nanang serta perwakilan pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD menegaskan komitmennya untuk membuka ruang sinergi dengan insan pers, khususnya JTR, sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi publik.
“Kami dengan senang hati menerima kunjungan JTR. Ke depan kami berharap JTR terus menyajikan pemberitaan yang informatif, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Amud.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap eksistensi JTR yang dinilai memiliki struktur organisasi yang solid dan kredibel.
“Dengan jumlah anggota sekitar 60 orang, JTR bukan sekadar komunitas biasa. Kami melihat ini sebagai organisasi wartawan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kasubag Humas DPRD Kabupaten Tangerang, Dr. Nanang, yang menegaskan bahwa DPRD selalu terbuka terhadap kerja sama dengan media sebagai bagian dari transparansi informasi publik.
Sementara itu, Ketua Tim Audiensi JTR, M. Irfansyah (Ngkong), yang hadir didampingi Sekretaris JTR Marinan, serta jajaran pengurus seperti Nean, Harso (Kadiv Organisasi), Kartawijaya Eben, dan Arul (Kadiv Sosial), menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi awal sinergi yang konkret antara JTR dan DPRD Kabupaten Tangerang,” ujar Irfansyah.
Senada, Marinan menegaskan bahwa JTR mendorong kolaborasi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, kerja sama ini benar-benar terealisasi dan memberi manfaat luas, khususnya dalam penyebaran informasi yang akurat dan edukatif,” pungkasnya.
(*)



