KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong peran aktif masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satu langkah nyata dilakukan melalui pelaksanaan Car Free Day (CFD) di lingkungan permukiman, yang dinilai efektif menumbuhkan kesadaran kolektif warga.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengajak masyarakat menjadikan momentum CFD sebagai sarana membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, dimulai dari area terdekat tempat tinggal warga.
“Perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat hanya bisa terwujud jika dilakukan bersama-sama. CFD di lingkungan permukiman ini menjadi ruang edukasi sekaligus praktik nyata,” ujar Sachrudin.
Ajakan tersebut disampaikan saat Wali Kota mengikuti kegiatan CFD sekaligus Penyerahan Armada Truk Pengangkut Sampah dari DLH di Balai RW 01, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Minggu (4/1/2026).
Menurut Sachrudin, pelaksanaan CFD di Kelurahan Petir menjadi contoh bahwa upaya besar menjaga lingkungan bisa dimulai dari kebiasaan sederhana warga sehari-hari.
“Car Free Day hari ini membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari jalan di depan rumah, dari aktivitas pagi hari, dan dari kepedulian yang tumbuh bersama,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam Ling Tien Kung bersama komunitas dan warga, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis satu unit truk pengangkut sampah dan 15 unit gerobak sampah. Armada tersebut merupakan hasil peremajaan kendaraan operasional lama yang sudah tidak layak digunakan.
Sachrudin menegaskan, pengadaan armada kebersihan tersebut bersumber dari kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak dan retribusi sampah.
“Ini berasal dari uang masyarakat. Dari kesadaran membayar pajak dan retribusi sampah, kemudian dikembalikan lagi untuk kepentingan warga sendiri, demi menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.
Di hadapan Kepala DLH Kota Tangerang, Camat Cipondoh, serta tokoh masyarakat setempat, Sachrudin juga menanggapi aspirasi warga terkait percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
“Masalah kebersihan sangat berdampak pada kesehatan. Sambil menunggu TPST selesai, mari kita budayakan PHBS, mulai dari memilah sampah dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, dan bergotong royong membersihkan lingkungan,” ujarnya.
Sebagai informasi, TPST berbeda dengan Tempat Penampungan Sementara (TPS). TPST tidak hanya menampung dan memilah sampah, tetapi juga dilengkapi fasilitas pengolahan yang memungkinkan sampah diolah menjadi produk bernilai ekonomi maupun energi dengan dukungan teknologi modern.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana CFD, Iskandar Idris, mengapresiasi perhatian Pemkot Tangerang terhadap persoalan kebersihan di wilayahnya. Ia menyebut peremajaan armada pengangkut sampah sangat membantu warga.
“Kami bersyukur TPS Pasar Rubuh sudah ditutup sehingga mengurangi buangan sampah dari wilayah lain. Armada pengangkut sampah yang baru ini sangat berarti, meskipun belum sepenuhnya mencukupi. Kami berharap TPST bisa segera direalisasikan,” ujar Iskandar yang juga Ketua RW 01 Kelurahan Petir.
Usai kegiatan, Wali Kota Tangerang juga menyempatkan diri mengunjungi gerai UMKM yang berjualan di sepanjang area CFD, sekaligus meninjau kondisi kebersihan di sekitar lokasi eks TPS Pasar Rubuh.(zher).



