KOTA TANGERANG – Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang merespons berbagai kritik publik terkait pelayanan air minum dengan menegaskan komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan profesional.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, menyatakan kritik dari masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong perbaikan internal perusahaan.
“Kritik terhadap Perumda TB sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) adalah hal yang baik dan penting. Kritik yang membangun membantu mendorong tata kelola perusahaan yang bersih, serta memastikan perusahaan milik daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Doddy, Rabu (5/8/2026).
Ia menegaskan, masukan publik menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan melakukan evaluasi berkelanjutan.
“Dengan kritik, kami bisa lebih terdorong ke arah profesionalisme dan melakukan evaluasi untuk menjadi lebih baik ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Doddy menjelaskan bahwa tata kelola Perumda Tirta Benteng saat ini telah berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang diimplementasikan melalui regulasi kepala daerah serta kebijakan internal direksi.
“Tata kelola kami berpedoman pada prinsip GCG untuk memastikan pelayanan air minum yang transparan, akuntabel, dan profesional bagi masyarakat,” jelasnya.
Terkait penambahan ribuan pelanggan baru, ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari ekspansi bisnis yang telah direncanakan secara matang dan tetap berada dalam koridor tujuan perusahaan.
“Keseimbangan antara ekspansi bisnis dengan kesiapan sistem pelayanan menjadi perhatian serius kami. Semua dilakukan dalam perencanaan yang matang dan sesuai koridor normal perusahaan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan perusahaan.
“Customer satisfaction atau kepuasan pelanggan tetap menjadi tujuan utama kami,” katanya.
Menanggapi keluhan masyarakat soal distribusi air yang belum merata, Perumda Tirta Benteng mengakui hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang terus ditindaklanjuti.
“Permasalahan distribusi yang belum merata menjadi fokus evaluasi kami. Kami melakukan peningkatan kapasitas infrastruktur, penguatan sistem distribusi, percepatan penanganan pengaduan, serta peningkatan kualitas pelayanan,” terang Doddy.
Ia memastikan, perusahaan berkomitmen melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan agar layanan air minum semakin optimal dan dapat diandalkan masyarakat.
“Kami berkomitmen terus melakukan perbaikan agar pelayanan air minum ke masyarakat semakin merata, optimal, dan dapat diandalkan,” pungkasnya.(*)



