Korantangerang.com , Tangerang – Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar kegiatan seminar Kepahlawanan, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Taruna tahun 2025. Dengan mengusung tema “Jejak Taruna Dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI”. Ruang Al – Amanah di Pusat Pemerintahan (puspem) kota Tangerang, Kamis ( 16/1/2025).
Pelaksanaan seminar dipimpin Penjabat (Pj) walikota Tangerang Dr. Nurdin, kegiatan dihadiri sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 150 Pegawai Pemerintah kota Tangerang. Acara ini bertujuan untuk menggali dan mengenal jejak para pahlawan yang ada di kota Tangerang.
” Pj walikota Nurdin memaparkan “upaya untuk kita menggali dan mengenal para sosok pahlawan yang ada di kota Tangerang guna meningkatkan pengetahuan tentang perjuangan dalam mempertahankan Kedaulatan NKRI, semangat mereka sehingga bisa menjadi contoh kita dan inspirasi untuk membangun kota Tangerang”ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Mulyani menuturkan “pelaksanaan kegiatan ini bertujuan mengenang pejuang dan perjuangannya serta menjaga nilai-nilai semangat kepahlawanan, disamping itu diketahui kota Tangerang ada taman makam pahlawan, dengan 37 pahlawan 34 taruna dan 3 perwira, yang terlibat dalam peristiwa Lengkong” ujarnya .
Perihal terkait tantang pemberian gelar pahlawan kota Tangerang “usulan gelar harus bertahan kita lakukan, kemudian ada tim penilai dari provinsi yang mengirimkan rekomendasi ke kementerian lalu disampaikan ke presiden hingga akhirnya dapat diberikan gelar pahlawan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Tangerang Mulyani menuturkan, dalam kegiatan ini pihaknya juga memberikan penghargaan kepada pahlawan yang terlibat dalam Pertempuran Lengkong. Terutama terhadap tiga perwira yang akan diusulkan pemberian gelar pahlawan oleh Kementerian Sosial.
“Usulan pemberian gelar itu secara bertahap harus kita lakukan. Seperti usulan gelar pahlawan Kota Tangerang, kemudian ada tim penilai dari provinsi yang mengirimkan rekomendasi ke kementerian lalu disampaikan ke presiden hingga akhirnya dapat diberikan gelar pahlawan,” ujar Mulyani.
“Mulyani menambahkan, untuk mengenang pertempuran lengkong dan gugurnya 37 tentara yang gugur, kegiatan ini juga mendatangkan narasumber Ketua Yayasan Pembela Tanah Air (YAPETA) Tinto Soeprapto, Sejarawan Dr. Rushdy dan Kapten Infanteri Purnawirawan Kasbilal.
Narasumber dihadirkan untuk memberikan wawasan bentuk dari pahlawan dan juga peran pahlawan dalam kemerdekaan Indonesia. Selain itu juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta menghormati jasa para pahlawan,” tutupnya. (Aderiza)



