– Wakil Ketua LSM Komite Pengawas Industri (KPI) Cilegon, Iyus Adnawi menduga Direksi SDM dan Umum PT Rumah Sakit Krakatau Medika (PT. RSKM) tidak transparan dan tidak mengakomodir tenaga kerja lokal dalam perekrutan tenaga kerja.
“Kami menduga ada permainan yang dilakukan oleh oknum di Direksi SDM dan Umum RSKM yang tengah melakukan perekrutan tenaga kerja Legal dan GCG. Pertama hasil pengumuman yang tidak disampaikan secara terbuka,” ungkap Adnawi, kepada awak media, Selasa (1/9/2019).
“Kedua kita mendapatkan aduan dari peserta asli Cilegon yang mengaku saat minta hasil tes tidak diberikan. Ini pelecehan terhadap putra daerah. Masa hanya melalui pesan Watshap diberitahu bahwa tidak lolos dalam tes sebelumnya. Padahal peserta ini memiliki potensi yang layak,” imbuhnya, sambil menunjukan pesan Watshap dari SDM PT. RSKM.
Dengan adanya kejanggalan dalam proses perekrutan tenaga kerja di anak perusahaan PT. Krakatau Steel (PT KS) tersebut, Adnawi akan melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon dan mengancam melakukan aksi demonstrasi ke RSKM.
“Tuntutan kita pihak RSKM memiliki keberpihakan kepada tenaga kerja lokal. Selain akan kita laporkan kejanggalan yang dilakukan oleh Direksi PT. RSKM ke Disnaker, kita juga akan melakukan demo besar-besaran,” tegasnya.
Hingga malam ini, Humas PT. RSKM belum bisa dikonfirmasi karena belum bisa dihubungi wartawan.
Sementara itu, Komisaris Independen PT. RSKM, Haji Nawawi Sahim saat dimintai tanggapannya mengaku belum mengetahui dugaan kejanggalan dalam proses perekrutan tenaga kerja Legal dan GCG.
“Saya belum tahu persoalan tenaga kerja itu, karena itu bukan ranah saya, tapi besok akan saya sampaikan ke pihak direksi terkait,” ujarnya, saat dihubungi wartawan.(Madsari)



