Pandeglang – Menanggapi pernyataan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Habibi Arafat, yang meminta dan mendesak Bupati agar mencopot Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Pandeglang, karena dinilai tidak mampu bekerja, serta tidak bisa membawa perubahan secara mendasar terkait sektor kepariwisataan yang ada di Kabupaten Pandeglang ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Pery Hasanudin, mengaku bahwa desakan dan permintaan Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang itu, akan dijadikannya sebagai bahan masukan, dalam agenda rapat-rapat di Badan pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Ditegaskannya juga, masukan itu pun sebagai bahan untuk evaluasi kinerja dari Kadispar Pandeglang.
“Tadikan masukan, bahan untuk kajian dan evaluasi, bisa saja (dipertimbangkan). Orang (dewan) menilai bagaimana program kerjanya dia (Kadispar), bagaimana aktivitasnya, bagaimana pertanggungjawaban sebagai pimpinan, bagiamana dia mekoordinasikan kepada satuan kerjanya, dan bagaimana dia menggerakan bawahannya untuk mencapai visi misi organisasi itu, kita lihat saja nanti,” ungkap Pery, Rabu (30/10/2019).
Sekda Pandeglang ini pun mengaku, bahwa kebijakan terjadi atau tidaknya perombakan, atau pergantian kepala di satuan kerja yang membidangi tentanh sektor kepariwisataan tersebut. Dimana Pery berdalih, bahwa kebijakan prerogratif itu, sepenuhnya ada digemgaman Bupati Pandeglang, sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).
“Nanti kan kami analisa dulu, lihat dulu dan nanti juga menjadi pertimbangan. Lihat dulu lah tidak begitu ini (langsung dicopot). Kalau pendapat dari yang lain bagian masukan kepada kami. Karena untuk menentukan itu (perombakan jabatan), sepenuhnya menjadi kewenangan PPK,” kilahnya.
Dikatakannya juga, kalau dirinya belum mengetahui secara jelas pernyataan Kadispar yang menjadi kontrovesi publik. Maka dari itulah tegas dia, sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu Sekda Pandeglang ini, akan memanggil yang bersangkutan (Asmani Raneyanti).
“Kalau ada pernyataan demikian, saya akan ingatkan. Ini baru informasi, mungkin kami akan klarifikasi terhadap itu. Yang penting kan saya berharap kerja kerja dan kerja,” imbuhnya.
Pery pun membatah, jika program pariwisata tidak ada progres. Katanya, satu contoh pihaknya sudah menata infrastruktur Cisolong, dan saat ini sedang mengarah kepada penetapan geopark. Begitu juga kata dia, dampak dari tsunami juga sudah melangkah perbaikan dengan cara mengadakan beberapa evant.
“Terkait pariwisata tidak ada progres, itu tidak benar. Karena kami sudah melakukan penataan, contohnya Cisolong. Sekarang juga sedang mensukseskan penetapan geopark, dampak tsunami juga sudah kami pulihkan dengan mengadakan event-event. Kami juga sedang mengupayakan pembuatan destinasi-deatinasi baru,” klaimnya lagi.
Dalam pengembangan wisata menurutnya, pihak bukan hanya mengadalkan Dispar saja. Akan tetapi di Dinas Pertanian (Distan) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) juga menjadi fokusnya untuk menciptakan destinasi baru.
“Contoh ada kebun bunga, itu juga bagian bimbingan dan pembinaan Distan. Begitu juga program di DPMPD, membuat embung. Embung itu bukan hanya menjadi penampung air saja akan tetapi menjadi lokasi rekreasi, itu arahan kami,” pungkasnya. (Daday)



