Cerita Perjuangan dan Harapan, Lapas Cilegon Rayakan Predikat WBK dengan Rasa Syukur


KORANTANGERANG.COM-Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, pada hari Jum’at (19/12/25), Dalam tasyakuran yang digelar untuk merayakan raihan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), seluruh jajaran pegawai serta warga binaan hadir sebagai saksi momen bersejarah yang menandai komitmen lapas terhadap integritas, transparansi, dan pelayanan prima.

Kegiatan tasyakuran ini diawali dengan doa bersama, refleksi atas perjalanan panjang yang penuh kerja keras, dan sambutan Kalapas Kelas IIA Cilegon, Raja Muhammad Ismael Novadiansyah, yang menekankan pentingnya nilai-nilai kejujuran dan akuntabilitas. “Prestasi ini bukan sekadar predikat, tetapi wujud nyata dari kerja sama, dedikasi, dan komitmen untuk menjaga integritas. Kita syukuri pencapaian ini sebagai pijakan untuk terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, tasyakuran diisi dengan kegiatan yang menyentuh hati, seperti berbagi cerita inspiratif dari pegawai dan warga binaan mengenai proses perubahan dan disiplin diri dalam mendukung tercapainya WBK. Suasana haru muncul ketika beberapa warga binaan menyampaikan rasa syukur karena turut menjadi bagian dari lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan etika.

Kalapas Raja Muhammad Ismael Novadiansyah menambahkan kalimat bijak yang menjadi motivasi bagi seluruh pegawai dan warga binaan:

“Integritas adalah fondasi setiap tindakan kita. WBK bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari perjalanan untuk selalu memberikan yang terbaik, menjaga amanah, dan menjadi teladan dalam kejujuran dan pelayanan.”

Tasyakuran ini juga menjadi momentum untuk menanamkan semangat anti-korupsi yang lebih dalam, menegaskan bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri, dari setiap tindakan kecil yang konsisten. Dengan pencapaian ini, Lapas Kelas IIA Cilegon tidak hanya membanggakan diri, tetapi juga menginspirasi lembaga lain untuk terus menegakkan prinsip kejujuran, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Acara ditutup dengan doa penutup dan komitmen bersama untuk mempertahankan predikat WBK serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat yang terbangun bukan hanya kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi seluruh warga binaan dan pegawai untuk menatap masa depan yang lebih baik, bersih, dan bermartabat.(Red).


Next Post

Pertamina Pastikan Distribusi BBM ke Gayo Lues Tetap Terjaga Meski Akses Terbatas Pascabencana

Jum Des 19 , 2025
PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kelancaran penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, di tengah kondisi […]