Tangsel – Indonesia diguncang aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makasar, Minggu (28/3/2021) lalu sekitar pukul 10.35 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan adanya korban luka dari masyarakat sekitar dan jemaat gereja.
Barisan Pemuda Nusantara menilai kejadiannya ibarat petir di siang bolong, Di saat Pemerintah dan masyarakat sedang bahu membahu mengatasi Pandemi Covid – 19 justru ada kelompok kecil yang melakukan teror.
“ Belum lupa dalam ingatan kita adanya teror Bom Sarinah Thamrin (2017), kemudian setahun muncul Bom Bunuh diri di Surabaya, lalu Bom Bunuh diri di Sibolga Sumatera Utara (2019). Apa sebenarnya yang mereka mau hingga mengorbankan masyarakat yang tidak berdosa?” Kata Gemilang Adhityatama dalam keterangan pers, Selasa (30/3/2021).
Ketua Bapera (Barisan Pemuda Nusantara) DPD Tangsel ini berbelasungkawa terhadap semua korban bom baik itu masyarakat atau pun pelaku, Karena menurut Gemilang pelaku juga merupakan korban.
“Pelaku adalah Korban dari doktrin kelompok intoleran, keluarganya tentu sedih walaupun tentu apa yang dilakukan pelaku tidak bisa kita toleransi,”ungkap Gemy sapaan akrab Gemilang.
Banyaknya rentetan peristiwa bom di Indonesia harus menjadi catatan dan perhatian dari pemerintah dibantu dengan masyarakat.
Selaku Tokoh Pemuda, Gemy mengajak para pemuda untuk lebih pintar, selektif dalam bergaul dan berhimpun. Pilihlah organisasi yang jelas dalam gerakannya serta tidak bertentangan dengan hukum.
Bapera secara organisasi memberi perhatian serius terhadap kegiatan keagamaan. melalui divisi keagamaan banyak melakukan kajian juga kegiatan yang bertujuan mengontrol keseharian pemuda juga menjaga ukhuwah dan saling menghormati terhadap sesama umat beragama.
“Agama apapun tidak mengajarkan kekerasan, agama itu mengajarkan kasih sayang terhadap sesama. Jadi peristiwa pemboman di Gereja Katedral makasar menurut saya tidak mewakili agama tertentu, namun dilakukan oleh kelompok tertentu yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa dengan kedok agama,” tegas Gemy.
BAPERA DPD Tangsel berharap peristiwa Bom di Gereja Katedral Makasar menjadi peristiwa terakhir yang terjadi di Indonesia.
“Saya Selaku ketua BAPERA DPD Tangsel mewakili seluruh pemuda nusantara mengutuk keras pemboman Gereja Katedral Makasar. Dan kami berharap Polisi bisa mengusut tuntas motif serta jaringan yang ada dibalik pelaku pemboman. Tindakan tegas dan terukur perlu dilakukan oleh penegak hukum supaya peristiwa serupa tidak terjai dikemudian hari,”tegas Gemmy
“Mari kita tetap fokus membantu pemerintah untuk keluar dari belenggu pandemi covid-19! jangan sampai teror bom memperlemah kita semua. Mari kita buktikan kalau Indonesia benar-benar Tangguh,“tandas Gemilang Adhityatama.
Peristiwa Bom Gereja Katedral Makasar bisa menjadi momentum bagi masyarakat untuk tetap menjaga Persatuan dan kesatuan Bangsa. Jangan sampai issue agama mendominasi sehingga berpotensi memecah belah masyarakat.
“Bhineka Tunggal Ika menjadi daya ikat rakyat Indonesia dan sudah teruji selama ini, banyak pihak yang berusaha mengoyak kebhinekaan Indonesia dengan berbagai issue namun Indonesia tetap Tangguh. Kami yakin peristiwa bom ini akan cepat selesai diusut dan Indonesia akan Kembali damai,“pungkas Azmi Saifuddin Sekjen Bapera DPD Tangsel.(*).



