Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kecamatan Legok lakukan Pelatihan persiapan kepada relawan rumah singgah, persiapan ini dilakukan agar nantinya para relawan dapat mengetahui apa saja yang dilakukan ketika membantu Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam melakukan perawatan kepada pasien OTG yang di rawat di tempat tersebut.
Kegiatan ini bertempat di Pondok Singgah COVID-19, yang sebelumnya tempat ini adalah gedung bersama keagamaan yang disulap menjadikan rumah singgah, yang diperuntukan merawat pasien COVID-19 dengan pasien OTG. Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten. Senin (5/7/2021)
Plt. Camat Legok Cucu Abdurrosyied menjelaskan, relawan ini direkrut dari Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Kecamatan Legok. Relawan ini nantinya akan diperbantukan di rumah singgah untuk mempersiapkan kebutuhan logistik seperti menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk para Nakes, menyiapkan logistik untuk pasien dan Nakes, mendata ketersediaan logistik dan lain sebagainya.
“Relawan ini direkrut dari OKP Kecamatan Legok, ada dari Pramuka, Karang Taruna, Forpis, KNPI, GP Anshor, PMI dan lain-lain. Dan ini perlu diapresiasi karena anak muda disini sangat peduli dan saling merangkul untuk membantu merawat pasien disini,” ucap Cucu Abdurrosyied saat ditemui tim Liputan Diskominfo Kabupaten Tangerang, Senin (05/07/2021).
Lanjutnya, relawan ini nantinya akan diperbantukan dengan menggunakan sistem shift, sehingga nantinya para relawan bisa terjaga kesehatan dan imunnya.
“Ini merupakan bentuk kepedulian anak muda di wilayah Legok dalam mengatasi pandemi virus COVID-19. Penanggulangan COVID-19 ini tidak bisa dilakukan jika dipusatkan ke pemerintah saja, akan tetapi keterlibatan semua masyarakat dan pemuda khususnya, mengingatkan imun anak muda masih kuat,” lanjutnya.
Ditempat yang sama, Kepala Puskesmas Legok dr. Riesda Nandini menjelaskan, untuk menjadi relawan ini harus memenuhi persyaratan tertentu. Salah satunya adalah harus melampirkan surat persetujuan yang ditanda tangani orang tua dengan memakai materai.
“Kita memang masih membutuhkan relawan muda ini, saat ini di pondok singgah sudah ada 32 orang yang terdaftar, dan kami masih butuh setidaknya hingga 50 relawan. Untuk menjadi relawan ini pun harus melampirkan surat persetujuan dari orang tua dan bermaterai,” ucapnya.
Riesda berharap, dengan adanya relawan ini para Nakes di Kecamatan Legok dapat terbantu dalam melakukan perawatan, sehingga nantinya Nakes dapat dengan sigap dalam merawat pasien COVID-19 khususnya di Kabupaten Tangerang.
Sebagai informasi, sebelumnya Pondok Singgah merupakan gedung bersama keagamaan. Lalu, Satgas COVID-19 Kecamatan Legok berinisiatif merubah gedung tersebut menjadi tempat perawatan bagi pasien OTG COVID-19.
Pondok Singgah di Kecamatan Legok ini merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan mengubah gedung bersama atau gedung keagamaan dalam merawat pasien OTG COVID-19, mengingat tempat isolasi dan rumah sakit yang berada di Kabupaten Tangerang Sudah terisi penuh.(*).



