Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus memantapkan komitmen dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine bagi seluruh pegawai dan Warga Binaan, Jumat (9/1), sebagai langkah pencegahan dini sekaligus penguatan pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan.
Pelaksanaan tes urine ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan tindak lanjut atas arahan pimpinan sebagaimana tertuang dalam Surat Penugasan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-05 tanggal 6 Januari 2026. Surat tersebut menegaskan pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, khususnya di lingkungan pemasyarakatan, baik oleh pegawai maupun narapidana, dengan fokus utama pada warga binaan kasus narkoba.
Sebagai bentuk keseriusan dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba, sebanyak 167 pegawai dan 15 warga binaan telah lebih dahulu menjalani tes urine. Kegiatan ini kemudian diperluas dengan melibatkan 507 warga binaan kasus narkoba untuk mengikuti pemeriksaan urine secara menyeluruh. Langkah ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga integritas dan kedisiplinan, sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba guna menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan sehat.
Dalam pelaksanaannya, Lapas Kelas I Tangerang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang serta mendapat pengawalan langsung dari Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota. Sinergi lintas instansi ini memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, profesional, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), sekaligus menjamin objektivitas dan keabsahan hasil pemeriksaan.
Perwakilan BNN Kota Tangerang, Tri Budianti mengapresiasi keterbukaan dan komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam pelaksanaan tes urine secara menyeluruh.
“Tes urine ini menunjukkan komitmen nyata Lapas Kelas I Tangerang dalam mendukung P4GN. Sinergi antara pemasyarakatan, BNN, dan kepolisian menjadi kunci untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan benar-benar bersih dari narkoba, baik dari sisi petugas maupun Warga Binaan,” ujar Tri.
Sejalan dengan itu, Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari internal sebagai fondasi utama menjaga integritas lembaga.
“Tes urine ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memastikan Lapas menjadi tempat pembinaan yang aman, sehat, dan berintegritas. Pencegahan harus dilakukan secara konsisten agar lingkungan kerja dan pembinaan tetap terjaga,” tegas Beni.
Dari aspek pengamanan, Kepala Seksi Keamanan Lapas Kelas I Tangerang, Irfan Samper, menilai kegiatan ini sebagai bagian penting dari penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
“Lingkungan yang bebas dari narkoba sangat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan di dalam Lapas. Tes urine menjadi langkah preventif yang harus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga situasi tetap kondusif,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba. Capaian ini mencerminkan efektivitas pengawasan internal sekaligus meningkatnya kesadaran kolektif seluruh unsur di Lapas Kelas I Tangerang dalam menjaga disiplin dan integritas.
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat respons positif dari Warga Binaan. Salah seorang Warga Binaan berinisial O mengungkapkan bahwa tes urine menjadi pengingat untuk terus menjauhi narkoba dan fokus menjalani pembinaan.
“Kegiatan ini mengingatkan kami untuk tetap disiplin dan menjauhi narkoba. Kami ingin menjalani pembinaan dengan baik agar siap kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan tes urine ini, Lapas Kelas I Tangerang semakin memantapkan langkah dalam memperkuat pengawasan internal, membangun sinergi lintas instansi, serta meneguhkan komitmen bersama mewujudkan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, profesional, humanis, dan berintegritas.



