HCREA 2026 Dorong Penguatan SDM Indonesia Hadapi Tantangan Era Kecerdasan Buatan


JAKARTA – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis dan pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Komitmen tersebut tercermin dalam penyelenggaraan malam puncak penghargaan Human Capital on Resilience Excellence Award (HCREA) 2026 yang digelar First Indonesia Magazine, Rabu (4/11/2026), di Menara Peninsula, Jakarta.

Mengusung tema “Resilient Human Capital Driving Growth in the AI Era”, HCREA 2026 menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan yang dinilai memiliki komitmen, inovasi, dan keunggulan dalam mengelola serta mengembangkan sumber daya manusia.

Penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya bertumpu pada kekuatan modal dan teknologi, tetapi juga ditentukan oleh kualitas talenta, kepemimpinan, serta kemampuan organisasi beradaptasi terhadap perubahan.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Maya Yulianti selaku Chairperson of HCREA 2026 Organizing Committee. Sambutan berikutnya disampaikan Dr. Ir. Naufal Mahfudz, M.M., dari Institute for Leadership and Executive Education IPB University sekaligus GNIK Member.

Dalam kesempatan tersebut, Elviandi Rusdi, S.E., M.Hum., Ph.D., selaku Chairperson of the Jury HCREA 2026, bersama Prof. Dr. H. Anwar Sanusi, M.Si., Ph.D., selaku Dewan Juri Kehormatan HCREA 2026, turut memberikan sambutan.

Sementara itu, Prof. Dr. Amilin, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA, QIA, BKP, CRMP, selaku Komisaris Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI, juga menyampaikan pandangannya. Acara semakin istimewa dengan keynote speech dari Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Ir. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D.

Perkuat Kompetensi SDM di Tengah Transformasi AI

Selain seremoni penghargaan, HCREA 2026 menghadirkan sesi Executive Short Training bersama Dr. Aries Zuswana dan Dr. Harry Kuswanda, pakar Human Capital and Leadership.

Pelatihan tersebut membahas strategi membangun human capital yang tangguh di tengah perkembangan teknologi AI, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi perubahan dunia industri.

Sesi dilanjutkan dengan penerapan praktis dan diskusi interaktif bertema “From Learning to Implementation – Building Resilient Human Capital”.

Pembahasan difokuskan pada upaya menerjemahkan pengetahuan dan pembelajaran menjadi langkah nyata dalam membangun organisasi yang tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.

Sebelum malam puncak penghargaan, proses penilaian HCREA 2026 telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari presentasi perusahaan, wawancara bersama dewan juri, hingga evaluasi strategi dan implementasi pengelolaan human capital.

Masa penilaian bahkan diperpanjang hingga 15 Oktober 2026 untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan peserta menyampaikan praktik terbaik, inovasi, serta berbagai pencapaian dalam pengelolaan SDM.

Apresiasi Sekaligus Dorongan untuk Terus Berinovasi

HCREA 2026 merupakan ajang corporate rating tahunan yang diselenggarakan First Indonesia Magazine bekerja sama dengan para pakar dan profesional di bidang human capital, teknologi informasi dan komunikasi (ICT), riset, serta inovasi.

Melalui proses penilaian yang komprehensif, ajang ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Malam penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengapresiasi perusahaan dan para pemimpin yang berkontribusi dalam mendorong peningkatan kualitas human capital di Indonesia.

First Indonesia Magazine berharap HCREA 2026 dapat memotivasi dunia usaha untuk menempatkan pengembangan SDM sebagai strategi utama pertumbuhan bisnis, bukan sekadar fungsi administratif perusahaan.

Dengan penguatan kompetensi, kepemimpinan, dan budaya kerja adaptif, perusahaan Indonesia diharapkan mampu melahirkan talenta unggul serta membangun organisasi yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan di tengah tantangan era kecerdasan buatan.

HCREA 2026 pun menjadi pengingat bahwa di tengah pesatnya kemajuan teknologi, manusia tetap memegang peranan utama dalam menentukan arah inovasi dan keberhasilan sebuah organisasi.

(Jun/Tim)


Next Post

Lapas Kelas IIA Cilegon Jalin Sinergi Dengan Umah Tani Agriculture Untuk Memperkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Jum Nov 6 , 2026
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Pada Senin (2/11/2026), Lapas Cilegon menjalin […]