KOTA TANGERANG – Kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus tumbuh melalui program bank sampah di Kampung Baru RW 03, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Melalui kegiatan pemilahan dan penimbangan sampah rumah tangga, warga tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan.
Kegiatan penimbangan bank sampah yang berlangsung pada Rabu (28/10/2026) tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Sampah rumah tangga yang sebelumnya berpotensi menumpuk kini dipilah berdasarkan jenisnya, seperti botol plastik, kaleng, kardus, dan berbagai barang lain yang masih memiliki nilai jual.
Ketua RT sekaligus pengurus bank sampah, Susilawati, mengaku senang melihat kepedulian warga terhadap pengelolaan sampah rumah tangga semakin meningkat.
Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, kami senang melihat warga mulai peduli terhadap sampah rumah tangga. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata masih bisa menghasilkan tambahan pendapatan bagi keluarga,” ujarnya.
Susilawati menjelaskan, kegiatan penimbangan dilaksanakan setiap bulan. Hasil pengumpulan sampah warga dicatat dalam buku tabungan sehingga masyarakat dapat mengetahui hasil dari sampah yang telah mereka kumpulkan.
Melalui mekanisme tersebut, warga diharapkan semakin termotivasi untuk memilah sampah sejak dari rumah dan menjadikan kegiatan menabung sampah sebagai kebiasaan positif.
Ia menambahkan, pengurus bank sampah juga terus mendukung program-program Pemerintah Kota Tangerang, khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Warga Apresiasi Program Bank Sampah
Manfaat program tersebut turut dirasakan warga setempat. Nur, salah satu warga Kampung Baru RW 03, menyampaikan terima kasih atas hadirnya program bank sampah yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga secara lebih bermanfaat.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah positif karena sampah tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Partisipasi warga menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program bank sampah. Dengan membiasakan pemilahan sampah dari rumah, masyarakat dapat membantu mengurangi sampah yang tercampur dan mempermudah proses pengelolaan selanjutnya.
Lurah Bojong Jaya Berharap Bank Sampah Hadir di Setiap RW
Sementara itu, Lurah Bojong Jaya, Reza Rahmanda, yang hadir dalam kegiatan penimbangan bank sampah tersebut, berharap program serupa dapat dikembangkan di seluruh RW di wilayah Kelurahan Bojong Jaya.
Menurutnya, keberadaan bank sampah di setiap RW diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Ia berharap keterlibatan warga tidak berhenti pada kegiatan penimbangan bulanan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Dengan semakin banyaknya bank sampah yang tumbuh di tingkat RW, pengelolaan sampah diharapkan dapat dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Langkah ini juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Program bank sampah Kampung Baru RW 03 menjadi contoh bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui kebiasaan memilah, mengumpulkan, dan menabung sampah, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memperoleh manfaat ekonomi bagi keluarga.(nurul).



