CIKARANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi menggelar skrining kesehatan massal, khususnya deteksi dini tuberkulosis (TBC), bagi sekitar 1.300 warga binaan pemasyarakatan serta jajaran pegawai pada 14–15 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lingkungan Lapas Cikarang ini bertujuan memastikan deteksi dini penyebaran penyakit menular di area hunian warga binaan, sekaligus memantau kondisi fisik petugas secara berkala.
Rangkaian pemeriksaan medis yang dijalani warga binaan mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, tes urin, serta pemeriksaan gula darah dan kolesterol. Khusus untuk penapisan tuberkulosis, petugas kesehatan mengambil sampel dahak (sputum) guna memastikan ada atau tidaknya indikasi paparan bakteri TBC pada warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran dalam menjaga kebugaran dan stabilitas kesehatan di lingkungan kerja. Melalui amanat apel pagi, ia mengimbau para petugas untuk memanfaatkan momentum ini dengan memeriksa tekanan darah, gula darah, hingga kadar kolesterol.
“Kegiatan hari ini akan ada tes kesehatan khususnya tuberkulosis dari dinas kesehatan selama dua hari. Tes ini bukan hanya warga binaan, untuk para petugas silakan ikut cek pemeriksaan tensi, gula darah, dan kolesterol. Kesehatan itu penting, maka dari itu para petugas harus menjaga kesehatan,” ujar Urip.



