Peneliti dari University of California, San Diego mengembangkan prototipe cincin pintar yang bisa mengukur kadar gula darah tanpa tusukan jarum. Perangkat ini bekerja dengan menganalisis keringat, jadi para penderita diabetes bisa menjadikanya alat alternatif, dari yang selama ini mengandalkan tes darah atau Continuous Glucose Monitor (CGM).
Selain glukosa, perangkat ini juga dapat memantau keton, vitamin C, asam urat, laktat, dan kadar alkohol. Pengukuran keton sangat penting bagi penderita diabetes tipe 1 karena kadar yang terlalu tinggi dapat memicu diabetic ketoacidosis (DKA), kondisi berbahaya yang mengancam jiwa. Dalam pengujian awal, hasil pembacaan glukosa dan keton diklaim sebanding dengan perangkat medis yang sudah digunakan saat ini.



