HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB Gaungkan Gerakan “Safe Campus Safe Space”, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kampus Bebas Kekerasan Seksual


Bogor — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Sekolah Vokasi IPB menginisiasi gerakan kolaboratif melalui kegiatan Talkshow Safe Campus Safe Space bertema “Mewujudkan Lingkungan Kampus Bebas Kekerasan Seksual” yang diselenggarakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Kampus IPB Baranangsiang, ruang B02–B04.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut terbuka untuk umum dan dihadiri lebih dari 170 peserta yang mayoritas merupakan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan ruang kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan seksual.

Inisiatif yang digagas oleh HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB ini kemudian berkembang menjadi gerakan kolaboratif bersama Agrianita Sekolah Vokasi IPB, Dedikasi Kita, Komisi Bimbingan dan Konseling Sekolah Vokasi IPB, dukungan Sekolah Vokasi IPB, serta 28 organisasi mahasiswa intra dan ekstra kampus.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Khoirul Aziz Husyairi, S.E., M.Si. selaku Ketua Komisi Kedisiplinan dan Kemahasiswaan (Komdisma) Sekolah Vokasi IPB University, Dr. Ir. Rina Martini, M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Sekolah Vokasi IPB University, serta beberapa dosen Sekolah Vokasi IPB sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berpihak pada korban.

Sebelum sesi talkshow dimulai, kegiatan diawali dengan sesi podcast bersama Astiqoyyima Fiqrunnisa, psikolog dari Dinas P3A Kota Bogor. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya kesadaran terhadap isu kekerasan seksual, keberanian untuk speak up, serta pentingnya dukungan lingkungan terhadap korban.

Talkshow kemudian berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan Dr. dr. Fidiansyah, Sp.KJ., M.P.H., Prof. Dr. Ir. Anna Fatchiya, M.Si. selaku Ketua Satgas PPKS IPB University, serta dr. Lahargo Kembaren, SpKJ. Kegiatan dipandu oleh Dr. Ir. R.A. Hangesti Emi Widyasari, M.Si., S.Pi.

Dalam sesi diskusi, para narasumber membahas isu kekerasan seksual secara komprehensif dari sisi medis, psikologis, sosial, hingga institusional. Pembahasan difokuskan pada faktor penyebab kekerasan seksual, dinamika psikologis korban dan pelaku, budaya speak up, mekanisme penanganan kasus di lingkungan kampus, hingga pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam upaya pencegahan.

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya keberpihakan terhadap korban, proses pemulihan trauma, serta membangun budaya saling menghormati dan memahami batasan dalam kehidupan sosial di lingkungan kampus.

Ainul Atikah selaku Calon Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB sekaligus Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini hadir karena isu kekerasan seksual merupakan persoalan nyata yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang edukatif, reflektif, dan inklusif. Fokus utama kami bukan menyalahkan pihak tertentu, melainkan membangun kesadaran bersama bahwa menciptakan lingkungan kampus yang aman adalah tanggung jawab seluruh elemen kampus,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seminar semata, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling menghormati, memahami batasan, serta berani bersikap terhadap tindakan yang tidak pantas di lingkungan sekitar.

Senada dengan hal tersebut, Formatur/Ketua Umum HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB sekaligus Direktur Eksekutif Dedikasi Kita, Muhammad Ghibran Ramadhan, menegaskan bahwa mewujudkan kampus yang aman membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen kampus.

“Semakin banyak pihak yang terlibat dan teredukasi, maka semakin kuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu awal lahirnya gerakan kolaboratif yang lebih besar,” ungkapnya.

Ia juga berharap organisasi-organisasi yang terlibat dalam kegiatan ini dapat menjadi corong edukasi dan advokasi terkait pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Sementara itu, Taufiq Salim selaku Mide Formatur II HMI Cabang Bogor sekaligus MPK PK Sekolah Vokasi IPB menilai bahwa keberadaan Satgas PPKS dan hotline penanganan kekerasan seksual di IPB University merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman.

“Keberadaan Satgas PPKS dan hotline penanganan kekerasan seksual menunjukkan keseriusan IPB dalam menangani persoalan ini. Hal tersebut dapat menjadi contoh baik bagi kampus lain dalam membangun sistem perlindungan yang berpihak kepada korban,” ujarnya.

Sebagai penutup, seluruh peserta, panitia, dan pihak yang terlibat menyatakan komitmen bersama untuk terus mengawal terciptanya lingkungan kampus yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan seksual. Semangat kolaborasi yang dibangun dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya budaya kampus yang lebih peduli, berani, dan berpihak pada kemanusiaan.

“Yakinkan dengan Iman, Usahakan dengan Ilmu, dan Sampaikan dengan Amal, karena Kita Yakin Usaha Sampai.”

Bahagia HMI, Jayalah Kohati.