Tangerang – Suasana malam di Jalan Daan Mogot KM 19,6, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Senin (23/3/2026) mendadak tegang. Seorang pria berinisial AB nekat memanjat jembatan penyeberangan orang (JPO) hingga naik ke papan reklame, diduga hendak melakukan percobaan bunuh diri.
Peristiwa itu pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 22.26 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti petugas gabungan dari Polsek Batuceper bersama unsur Reskrim, Binmas, Lalu Lintas, serta tim pemadam kebakaran yang segera menuju lokasi.
Saat petugas tiba di lokasi, pria tersebut sudah berada di posisi paling atas papan reklame. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas langsung melakukan pengamanan dengan menutup sebagian arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah Tangerang.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari mengatakan, proses evakuasi tidak dilakukan dengan cara paksa, melainkan melalui pendekatan persuasif dan komunikasi secara humanis.
“Petugas melakukan negosiasi secara humanis selama kurang lebih 90 menit hingga akhirnya yang bersangkutan berhasil diamankan dengan selamat,” ujar Kapolres.
Selama proses negosiasi, petugas berusaha menenangkan AB yang terlihat dalam kondisi emosional. Komunikasi dilakukan secara perlahan hingga akhirnya pria tersebut bersedia turun dan dievakuasi.
Berdasarkan hasil komunikasi awal di lapangan, AB diduga mengalami tekanan psikologis akibat permasalahan keluarga yang cukup berat.
“Dari hasil pendalaman awal, yang bersangkutan mengalami stres berat karena kondisi keluarga broken home serta kehilangan ayahnya yang telah meninggal dunia,” jelasnya.
Setelah berhasil dievakuasi, AB langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis serta pemeriksaan kondisi kejiwaan lebih lanjut.
Peristiwa ini sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di jalur padat tersebut. Namun berkat kesigapan petugas gabungan, situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap individu yang mengalami tekanan mental atau masalah psikologis.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peka dan segera melapor melalui layanan 110 apabila menemukan situasi darurat atau ada warga yang membutuhkan bantuan,” pungkasnya. (zher)



