Penutupan Pesantren Ramadhan 1447 H, Lapas Cikarang Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan


Cikarang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang resmi menutup rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 H pada Selasa (17/03/2026), bertempat di Masjid At Taubah Lapas Cikarang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat dan penuh haru, dihadiri oleh jajaran petugas, mitra kerja, keluarga warga binaan, serta para peserta pesantren.

Pesantren Ramadhan yang telah berlangsung selama 15 hari, sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026, merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan ini terselenggara atas sinergi antara Lapas Cikarang dengan berbagai mitra, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Baznas Kabupaten Bekasi, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, serta Ikatan Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 181 warga binaan turut ambil bagian sebagai santri, yang dibagi ke dalam lima kelas sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pembelajaran. Kelas tersebut meliputi kelas Mubtadi/Iqro sebanyak 97 orang, kelas Mutawasit/Tahfiz A sebanyak 20 orang, kelas Mahir/Kitab sebanyak 20 orang, kelas Tilawah/Tahfiz B sebanyak 30 orang, serta kelas Nisa yang diikuti oleh 14 warga binaan perempuan.

Dalam kegiatan penutupan, Ketua Panitia menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada para tamu undangan, Kepala Lapas, serta keluarga warga binaan. Laporan tersebut menegaskan bahwa kegiatan pesantren berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan spiritualitas peserta.

Sambutan turut disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Bekasi, Prof. Dr. KH Mahmud. Dalam pesannya, beliau menegaskan komitmen MUI dalam mendukung program pembinaan kepribadian di Lapas Cikarang. Ia juga menyampaikan harapannya agar para warga binaan dapat memanfaatkan waktu selama menjalani masa pidana dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti program baca tulis Al-Qur’an dan pendidikan kejar paket A, B, dan C, sehingga memiliki peluang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Suasana haru terasa dalam rangkaian kegiatan sungkeman atau membasuh kaki ibu, yang menjadi momen refleksi bagi warga binaan untuk memohon maaf kepada orang tua. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional keluarga sekaligus memberikan dorongan psikologis bagi warga binaan untuk memperbaiki sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik.

Kepala Lapas Cikarang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah berkontribusi, khususnya MUI Kabupaten Bekasi, Baznas Kabupaten Bekasi, dan Kementerian Agama Kabupaten Bekasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergitas dalam mendukung pembinaan kepribadian warga binaan.

Ke depan, Lapas Cikarang berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan para mitra dalam penyelenggaraan program pembinaan kerohanian. Dukungan aktif dari seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat.


Next Post

Suvarna Sutera Peduli: Tebar Kebahagiaan Ramadan, Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir di Tangerang

Sel Mar 17 , 2026
Tangerang – Di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah, Suvarna Sutera menghadirkan kehangatan nyata bagi masyarakat melalui program Suvarna Sutera […]