Kota Tangerang – Menjelang Hari Raya Idulfitri di momentum bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memperketat pengawasan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.
Pengawasan dilakukan melalui kegiatan pemantauan oleh tim gabungan yang melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), BPOM, Dinas Kesehatan, Polres Metro Tangerang Kota, serta Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten di Pasar Anyar Tangerang, Rabu (11/3/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan pengawasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebutuhan dan peredaran pangan di masyarakat menjelang Idulfitri.
“Lebih dari 200 sampel pangan diambil dari para pedagang untuk dilakukan pengujian oleh tim gabungan. Selain itu, tim juga memeriksa kondisi kemasan produk serta memastikan tidak ada produk yang telah melewati masa kedaluwarsa,” ujar Muhdorun.
Ia menjelaskan, pengujian dilakukan terhadap dua kategori pangan, yaitu pangan segar dan pangan olahan.
Untuk pangan segar, tim melakukan pengujian pada komoditas seperti sayuran, daging sapi, daging ayam, ikan segar, serta berbagai bahan pangan lainnya.
Sementara untuk pangan olahan, pengujian dilakukan terhadap produk seperti mi basah, nugget, tempe, tahu, ikan asin, hingga berbagai jenis pangan olahan lain yang dijual di pasar.
“Hasil pengujian di Pasar Anyar kali ini menunjukkan hampir 100 persen sampel dinyatakan aman. Namun apabila ditemukan zat berbahaya, Satpol PP bersama Polres Metro Tangerang Kota langsung melakukan pembinaan dan penindakan lebih lanjut,” jelasnya.
Muhdorun juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli bahan pangan. Ia juga meminta para pedagang untuk memastikan produk yang diperjualbelikan aman untuk dikonsumsi.
“Kami telah menyediakan 21 Pojok Uji Keamanan Pangan di pasar-pasar Kota Tangerang yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pedagang untuk memastikan pangan yang dibeli atau dijual aman dikonsumsi,” tutupnya.
(Zher)



