CILEGON — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten mematangkan persiapan jelang peresmian Tugu Media Siber Indonesia yang dijadwalkan bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, pada 9 Februari 2026 mendatang, di Kota Cilegon.
Pemantapan koordinasi dilakukan melalui audiensi antara pengurus SMSI Banten dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Cilegon, Senin (19/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari sinergi lintas sektor guna menyukseskan agenda nasional insan pers siber.
Audiensi dipimpin langsung Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun, didampingi Sekretaris Jenderal SMSI Banten Nasrudin. Hadir pula jajaran SMSI Kota Cilegon, di antaranya Ketua Wawan Kurniadi, Sekretaris Ronald Siagihan, serta sejumlah pengurus lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Lesman Bangun menegaskan komitmen SMSI Banten untuk menjadikan peringatan HPN 2026 di Banten sebagai momentum bersejarah, khususnya dengan peresmian Tugu Media Siber Indonesia di Kota Cilegon.
Menurutnya, Cilegon memiliki nilai historis yang sangat kuat bagi SMSI. Kota industri tersebut tercatat sebagai tempat lahirnya organisasi media siber nasional pada 7 Maret 2017.
“Cilegon adalah rahim lahirnya SMSI. Peresmian tugu ini menjadi penanda sejarah sekaligus penguat eksistensi media siber di Indonesia,” tegas Lesman.
Ia menambahkan, keberadaan tugu tersebut bukan hanya simbol fisik, tetapi juga representasi perjuangan pers siber dalam menjaga profesionalisme, demokrasi, dan keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, Kepala Diskominfo SP Kota Cilegon Agus Zulkarnaen menyatakan dukungan penuh atas rencana strategis tersebut. Pemerintah Kota Cilegon, kata dia, siap berkolaborasi dan memberikan pendampingan teknis agar agenda HPN 2026 berjalan sukses dan berdampak positif bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah Kota Cilegon, kami mendukung penuh peresmian Tugu Media Siber Indonesia dan rangkaian kegiatan HPN 2026,” ujar Agus.
Peresmian Tugu Media Siber Indonesia diharapkan menjadi ikon baru Kota Cilegon, sekaligus simbol kolaborasi antara insan pers dan pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat, transparan, dan berintegritas di era digital.(*)



