Tanam 3.300 Pohon di Cisadane, Kado Hijau Banksasuci untuk HUT ke-33 Kota Tangerang


Kota Tangerang — Pagi di bantaran Sungai Cisadane tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan relawan dari Banksasuci Foundation turun langsung membawa bibit pohon, sekop, dan semangat menjaga lingkungan. Mereka menanam 3.300 pohon sebagai kado hijau untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-33.

Aksi ini menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap masa depan kota di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan ruang hijau perkotaan.

Kegiatan penghijauan tersebut dilakukan di sepanjang Saluran Induk Cisadane Barat sebagai bagian dukungan terhadap program Pemerintah Kota Tangerang, yakni Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk.

Aksi Nyata Komunitas Jaga Lingkungan Kota

Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus, mengatakan penanaman ribuan pohon ini bukan sekadar seremonial perayaan ulang tahun kota, tetapi bentuk aksi nyata untuk keberlanjutan lingkungan.

“Kami ingin HUT Kota Tangerang tidak hanya dirayakan dengan acara simbolik, tetapi juga dengan aksi nyata. Menanam 3.300 pohon ini adalah hadiah hijau untuk kota dan generasi mendatang,” ujar Ade.

Ia menjelaskan, pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti ketapang kencana, mahoni, serta tanaman produktif yang memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Manfaat Lingkungan hingga Ekonomi Warga

Menurut Ade, kawasan bantaran sungai menjadi lokasi strategis untuk penghijauan karena berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Ribuan pohon ini diharapkan mampu menyerap polusi udara, menahan erosi, mengurangi risiko banjir, sekaligus memperindah kawasan sungai. Selain itu, tanaman produktif yang ditanam juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi warga sekitar dalam beberapa tahun ke depan.

Kolaborasi Jadi Kunci Kota Lebih Sejuk

Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dampak penghijauan bisa berkelanjutan.

“Pelestarian lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi pentahelix antara pemerintah, komunitas, akademisi, dunia usaha, dan media menjadi kunci agar gerakan ini terus berjalan,” tegasnya.

Aksi tanam pohon ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar bantaran sungai yang berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin, bukan hanya saat momentum peringatan hari besar.

Di usia ke-33, Kota Tangerang pun mendapat hadiah yang nilainya akan terus tumbuh seiring waktu, ribuan pohon yang kelak menjadi penyangga kehidupan, sumber kesejukan, dan warisan hijau bagi generasi masa depan.
(Zher)
J


Next Post

Pemuda Mengamuk Bawa Golok di Ciledug Tangerang, Warga Panik, Damkar Turun Tangan

Ming Jan 18 , 2026
Kota Tangerang — Suasana tenang Minggu dini hari di Jalan Wiru Indah, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, mendadak […]