Jakarta – Lembaga peradaban luhur ( LPL) dan Forum Bahtsul Masail Kebangsaan ( FBMK).adakan diskusi Dengan tema ” Apa hukumnya Memilih Pemimpin yang Merupakan Pelaku Pelanggaran HAM?” ,
Yang diadakan di kafe Kopi dari Hati
Panglima Polim Jakarta Selatan .
Rabu (10/1/2024 ).
Narasumber diskusi dalam memilih Pemimpin dihadiri secara Penilaian oleh Prof. Dr. Yayan Sopyan Guru besar Universitas Islam Negeri Jakarta , KH Sulaiman Rohimin Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB Provinsi DKI Jakarta, dan KH Abdullah Albarkah dan moderator oleh Ustadz Yusuf MARS dari Padasuka TV, Kiai Rakhmad Zailani Kiki sebagai ketua LPL lembaga peradaban luhur dan Penyelenggara acara tersebut.
” Yayan Sofyan Menjelaskan , pentingnya dipimpin memilih pemimpin harus dengan hati hati, hukumnya wajib .
Memilih Presiden untuk agama islam Hukumnya wajib ,maka Sifat pemimpin harus bersikap berwibawa , sikap hidup yang apik .
Pelanggar Ham itu ciri cirinya bisa di pastikan egois , kondisinya psikologis labil, intoleransi , mempunyai rasa balas dendam.
Menambahkan, maksud dari pelanggaran HAM, menghilangkan nyawa itu pelanggaran Ham Berat, misalnya ada penculikan yang seharusnya Negara melindungi tuturnya.
” Kyai Haji Sulaiman Rokimin Menjelaskan, Memimpin itu adalah harus selalu menjaga mengawal ,terutama menjaga agamanya, menjaga jiwa ,yang harus dilindungi .
Siap memimpin siap dipimpin , memilih Pemimpin yang Religi mengawal orang yang jujur.
Seorang presiden harus menjadi contoh suritauladan.
Memilih pemimpin bermasalah dengan melangggar Ham Hukumnya Haram ucapnya.
Memilih pemimpin bukanlah hak tapi kewajiban.
Carilah seorang pemimpin notabenenya pelanggaran Ham perbuatan zholim ,
Dalam konteks hukum Islam, hak asasi manusia diakui dan dilindungi oleh banyak perjanjian dan instrumen hukum
Jelas seorang pemimpin harus beriman , dianjurkan yang trek rekot yang baik,jejak digital baik pula, berkepribadian yang baik , ujarnya.
Dalam tujuan kami selain berkumpul sekaligus diskusi santai sambil ngopi bareng di kafe, untuk diingat bahwa pemilihan pemimpin dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pandangan politik, serta kesadaran masyarakat.pungkasnya.
(Aderiza)



