KORANTANGERANG.COM| Kota Tangerang- Ruruh Wuryani, MM., MSi selaku Kepala Sekolah angkat bicara tentang keberadaannya memimpin SMA Negeri 3 Kota Tangerang, ” Kami memang belum yang terbaik tetapi kami menuju yang terbaik, tetapi tak ada kata akhir dalam upaya membawa SMA Negeri 3 Kota Tangerang untuk lebih maju dan bermutu,” dijelaskan Ruruh.
Moto ini didukung dengan prinsip pelayanan Salam, Senyum, Sapa, Seksama (4S) serta semboyan Juang Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal (DUIT) . ,” SMA Negeri 3 Tangerang atau yang lebih dikenal SMANIC cukup dikenal luas bagi warga Tangerang Raya,” ucap Ruruh lulusan S2 alumnus Universitas Indonesia (UI) Depok .
“Tetapi sebagai Kepala Sekolah, saya sudah melaksanakan kewajiban dan tugas yang diamanahkan dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten dalam rangka melaksanakan PPDB ini semaksimal mungkin,” ujar Ruruh yang aktif sebagai dosen dan mengajar di beberapa perguruan tinggi swasta di Kota Tangerang ini.
“Kalaupun dalam melayani kepada masyarakat Kota Tangerang ini dianggap minus namun saya selalu berusaha memberikan yang terbaik, silahkan beri masukan kepada kami untuk perbaikan perbaikan dikemudian hari,” tegasnya.
Ruruh yang pernah mendapat juara tari tradisional Jawa Tari Gamyong, dan juga hobi panjat tebing dan mendaki gunung yang tergabung di komunitas (Mapala) saat menjadi mahasiswa Program Studi Matematika sangat luwes dan pandai bergaul.
“Sebenarnya bukan faktor tidak kemaksimalan dari kami, tetapi memang sistem dari PPDB nya yang mengharuskan sesuai juknisnya seperti itu, dan karena banyaknya masyarakat diseputaran sini yang ingin melanjutkan pendidikan di SMAN 3 karena fasilitasnya terbatas hanya 10 rombel ,” kata Ruruh bicara tentang PPDB Kota Tangerang dan pernah mendapatkan kategori guru teladan tingkat Kota Tangerang Provinsi Banten tahun 2016 hingga mendapatkan beasiswa MIPA S2 UI Depok
Ruruh bercerita jika dirinya pertamakali ditempatkan pada tanggal 1 September 2020 kemudian menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMAN 3. ” Saya berkewajiban untuk menjaga nama baik sekolah dengan motto “Senantiasa menjadi lebih baik meskipun sedikit demi sedikit, urai Ruruh dengan beragam penghargaan diantaranya, Satyalencana Dari Presiden RI. Tahun 2014, Juara 2 Keberhasilan Guru dalam mengajar dari Gubernur Banten 2014, juara 1 Guru berprestasi dari Walikota Kota Tangerang 2016.
“Alhamdullah kita lolos menjadi sekolah penggerak angkatan kedua, kemudian untuk seluruh civitas SMAN 3, saya sedang berusaha membuat menjadi satu kesatuan yang ibaratnya menjadi keluarga besar dan bersama-sama berjuang untuk mencapai visi membentuk peserta didik menjadi orang-orang yang berkarakter dan bermanfaat dilingkungan” beber Ruruh
Dirinya juga berharap minimal bisa para peserta didik SMAN 3 mampu memecahkan persoalan hidup dalam masyarakat disekitarnya. Untuk saat ini dia sudah menerapkan kurikulum Merdeka ýang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yaitu mengimplementasikan sebagai kewajiban sekolah penggerak.
” Dengan itu fokusnya, menjadikan siswa itu berkarakter berguna bagi masyarakat dan lingkungannya, secara mental dia kuat, secara karakter dia bagus, antara pengetahuan, keterampilan dan karakter membentuk kompetensi yang seimbang,” terang Ruruh Wuryani.
(Aderiza)



