Remaja Berkualitas Peluang Tercapainya Bonus Demografi di Banten


Irgan Chairul Mahfidz, anggota Komisi IX DPR RI saat Sosialisasi Pembangunan Keluarga di Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputay Timur, Tangsel, Senin (20/11/2018)

Anggota Komisi IX DPR RI Irgan Chairul Mahfidz mengatakan bahwa berdasarkan struktur usia penduduk Banten tahun 2018, Provinsi yang berdiri tahun 2000 ini telah masuk fase bonus demografi.

Irgan melansir data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, dimana dalam publikasi itu disebutkan bahwa persentase penduduk usia produktif di Banten pada Juni 2018 mencapai 68,61 persen dari total 12,7 juta orang. .

Kata Irgan, angka tersebut menunjukkan, bahwa dari 100 orang penduduk di Banten menanggung beban ketergantungan maksimal 46 orang penduduk usia tidak produktif.

“Berdasarkan persentase tersebut artinya jumlah usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif, fenomena ini yang disebut bonus demografi,” ungkapnya kepada awak media usai menjadi narasumber Pembangunan Keluarga yang dihelat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Banten di halaman Kantor Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Selasa (27/11/2018).

Irgan mengatakan, korelasi pembangunan kekuarga dengan bonus demografi sangat erat, dimana menurutnya program BKKBN dalam pembangunan keluarga salah satunya ingin mempersiapkan remaja sebagai penduduk kelompok usia jelang produktif dan telah produktif menjadi generasi yang berkualitas.

Salah satu tujuan dari program BKKBN untuk remaja/mahasiswa yang kemudian dikenal Generasi Berencana (GenRe) itu, jelas Irgan mempersiapkan remaja menjadi Sumber Daya Manusia yang unggul dan mandiri.

“Dengan mempersiapkan remaja menjadi sehat dan berkualitas berarti mempersiapkan masa depan bangsa yang berkualitas. Remaja berkualitas adalah peluang bagi tercapainya bonus demografi,” bebernya.

Irgan juga menjelaskan tujuan program GenRe, diantaranya Tegar Remaja, yaitu remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari resiko Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yaitu resiko-resiko yang berkaitan dengan seksualitas, NAPZA, HIV dan AIDS.

“Selain itu, GenRe mendidik remaja untuk menunda usia perkawinan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola dan sumber informasi bagi teman sebayanya,” tukasnya (Mul).


Next Post

RSUD Kota Tangerang Sabet Penghargaan Kemenpan RB

Sel Nov 27 , 2018
Korantangerang.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan […]