PILKADA LEBAK 2018 : (Sebuab Catatan untuk Pilkada Serentak 2024)


Banten – Akhirnya, pilkada Lebak 2018 berlangsung dengan hanya satu-satunya pasangan calon bupati dan wakil bupati : Iti Ocatavia Jayabaya dan Ade Sumardi. Mereka terpilih, untuk masa jabatan kedua (2018 -2023).

KPU Lebak 2015 – 2019 tahu persis, bagaimana susahnya memasarkan dan meyakinkan peluang jadi bupati dan wakil bupati Lebak masa jabatan 2018 – 2023 itu. Saat menyusun anggaran, KPU Lebak memperkirakan maksimal adanya lima pasangan calon bupati dan wakil bupati, berdasarkan perhitungan kursi di DPRD, antusiasme pilkada, diskusi-diskusi di warung kopi, juga di warung nasi, dan lain-lain.

Jauh di luar dugaan KPU Lebak, memang, bahwa seluruh fraksi akan berjamaah mengusung pasangan calon yang sama. Sah, tetapi sebenarnya, KPU RI menegur KPU Lebak karena dianggap. gagal memasarkan pilkada, karena dianggap kurang sosialisasi, dan lain-lain. Bahkan, KPU RI memperpanjang masa pendaftaran, tetapi tetap saja hanya satu-satunya pasangan calon.

Sebelumnya, memang, ada bakal calon perseorangan (Cecep Sumarno dan Didin Saprudin), tetapi kemudian tidak memenuhi syarat (TMS), setelah melalui perdebatan, konflik, bermacam-macam sidang yang panjang dan melelahkan. Tak percaya? Coba tanya Neng Sri, anggota KPU Lebak terkinclong, terherang, ketika itu (kini, jadi PNS, mungkin ada kesempatan jadi sekretaris KPU Lebak).

Lalu, kalau membaca media massa, juga media sosial, untuk jabatan bupati dan wakil bupati Lebak sekarang ini, tampaknya, jauh lebih ramai. Rata-rata, anak muda. Namun, belum terdengar adanya wacana peminat dari jalur perseorangan.

Ada kemungkinan hanya satu-satunya pasangan calon lagi, seperti Pilkada 2018? Perasaan saya, tak mungkin sekarang ini, dan pantas tak terjadi (meski mubah), tetapi cobalah tanya analis politik dan perubahan sosial, H. Agus Sutisna, ketua KPU Lebak 2009 – 2014.

Satu-satunya pasangan calon itu, ternyata agak menyulitkan KPU Lebak ketika harus mengoreksi lirik jingle pilkada Lebak yang disodorkan pemenang lomba, B’SOUTHGANK, kelompok seniman dari Lebak.

Seperti sepele, tetapi hakikatnya
berat karena lirik jingle harus langsung, bebas, rahasia (untuk pemilih) serta jujur dan adil (untuk penyelenggara, KPU Lebak), membangkitkan semangat penggunaan hak pilih, mengusir ketegangan, rileks, dan damai.

Saya menilai, musik, lirik, dan penampilan itu adalah pesan yang harus netral. Pesan itu bisa dibaca, dipahami, juga ditafsirkan. Inilah yang kami, KPU Lebak, diskusikan berkali-kali.

Saat aksi sosialisasi pemilu atau pemilihan, tempo hari, selalu saja disinggung pilkada serentak secara nasional. Kini; tak terasa, tinggal menghitung hari.

Akhirnya,, salah satu bunyi lirik jingle itu, “Hayu urang ka TPS/Tanggal 28 Juni 2018. Urang milih bupati jeung wakil bupati”. Jingle itu sudah lewat enam tahun lalu. Pilkada serentak segera digelar, 27 November 2024.

(Dean Al-Gamereau, untuk Saparudin, Ace, Apipi, dan Sri)


Next Post

Kecelakaan Lalu Lintas Selama Operasi Ketupat Jaya 2024 di Kota Tangerang Menurun

Rab Apr 17 , 2024
Kota Tangerang – Polres Metro Tangerang Kota baru saja menuntaskan pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2024 selama arus mudik dan balik […]