Pemulihan Hak Korban Dalam Perkara Pidana Masih Diabaikan


Jakarta – Institusi Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dianggap belum berpihak kepada pemulihan hak-hak korban dalam perkara tindak pidana.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Maneger Nasution, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Menurut dia, pemulihan hak-hak korban dalam perkara pidana adalah kewajiban negara, yakni institusi aparat penegak hukum seperti Kejaksaan Agung.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum juga secara rinci menekankan pemulihan hak korban itu.

“KUHP kita ada enggak bicara soal korban? Rezim kita itu sepertinya rezim terdakwa. Korban mana ada di KUHP. Karena sebetulnya korban itu kan diwakili oleh Negara. Negara diwakili oleh Kejaksaan. Kan kepentingan korban di Kejaksaan itu. Sebetulnya Kejaksaan itu menyuarakan kepentingan korban loh,” jelas Maneger.

Dia menjelaskan, sering kali Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memperhatikan hak-hak dari para korban dan sering kali mengabaikannya.

Ia mencontohkan dalam tindak pidana anak. Restitusi merupakan pembayaran ganti kerugian yang dibebankan kepada pelaku berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, atas kerugian materiil dan atau immateriil yang diderita korban.

Namun, hal itu sering kali tidak dimasukan oleh JPU dalam melakukan penuntutan di Pengadilan.

“Tiba-tiba Jaksa-nya menerima pelimpahan dari polisi. Langsung di P21. P21 tapi tidak ada perlindungan restitusi. Padahal sebetulnya, dalam undang-undang, regulasinya, seorang Jaksa yang mempunyai perspektif soal korban anak mestinya, dia tidak boleh P21 dulu sebelum ada restitusi,” jelasnya.

“Salah satu hak dari korban itu, di persidangan tidak boleh ditekan. Tidak boleh diajukan pertanyaan yang menjerat,” demikian kata Maneger Nasution.(*/siberindo.co).


Next Post

Tenun Baduy, Penuh Dengan Nilai Adat Sebagai Arti Kehadiran Suku Baduy

Rab Nov 4 , 2020
Banten – Kita mengenal ulos dari batak, sasirangan dari Banjar, sarung bugis, songket Palembang dan Lombok, kain lurik dan beragam […]