Meski Ada Penambahan Nilai dan Kuota, Masih Ada 4,211 KPM di Pandeglang Belum Tercover


Pandeglang – Bantuan sembilan bahan pokok (sembako) untuk 109,133 warga kurang mampu, atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kabupaten Pandeglang. Pada tahun 2020 ini, nilai bantuan yang diberikan akan bertambah, dari sebelumnya hanya Rp110 ribu, kini menjadi Rp150 ribu per KPM-nya.

Akan tetapi, program sembako yang semula bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini, diakui Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Nuriah, belum mampu mengcover seluruh warga kurang mampu yang tersebar di tiap-tiap kecamatan se Kabupaten Pandeglang.

Pasalnya, data warga kurang mampu yang ada pada Dinsos saat ini, tercatat sebanyak 113,344 KK, atau terdapat sebanyak 4,211 KK kurang mampu, yang tidak tercover oleh program sembako tersebut.

Namun demikian, Nuriah menuturkan, tidak ter-cover-nya semua warga kurang mampu di Pandeglang sebagai penerima program sembako, lantaran kuota yang disediakan Kementerian Sosial terbatas. Tetapi dirinya mengaku, meskipun program sembako itu tidak dapat mengcover seluruhnya, namun ada peningkatan jumlah penerima dari tahun sebelumnya yang hanya 107 ribu KPM.

“Jadi kita kan punya data miskin 113,344 jiwa. Dari jumlah itu yang dapat BPNT 2019 hanya sekitar 107,000. Artinya dari 113,344 masih ada. Bukan angka kemiskinan meningkat, tapi ada hak orang miskin yang belum kebagian dari pusat. Karena itu kan kuota,” jelas Nuriah usai acara sosialisasi Program Sembako di Pendopo Bupati, Rabu (12/2/2020).

Ia menambahkan selain nominal yang berubah, bantuan program sembako ini juga ada penambahan bahan pangan yang bisa dibelanjakan sebagai sumber protein dan karbohidrat.

“Selain wajib diperuntukkan membeli beras dan telur, KPM juga wajib memberi tambahan untuk vitamin dan mineral buah-buahan dan sayur-sayuran. Dengan begitu, asupan gizi bagi KPM akan lebih mencukupi,” katanya.

Adapun teknis penerimaan bantuan, pemerintah akan langsung mengirim bantuan ke rekening masing-masing KPM. Setelah diterima, para peserta program sembako wajib membelanjakannya melalui kartu elektronik di warung-warung yang telah ditunjuk sebagai agen.

“Tahun 2020 ini program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) dikembangkan menjadi program sembako dengan skema non tunai atau dengan menggunakan kartu elektronik yang kemudian dapat di gunakan di E-Warung untuk memeroleh beras dan telur,” tuturnya.

Nuriah memastikan, pihaknya akan menyalurkan bantuan dengan 6T, yakni tepat sasaran, tepat kualitas, tepat harga, tepat jumlah dan waktu serta tepat administrasi. Keenam unsur tersebut harus menjadi pedoman, sehingga penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak ada persoalan dikemudian hari.

“Kalau pengawasannya dari agen akan dibuatkan pakta integritas supaya memfasilitasi hak KPM. Jadi perjanjiannya dengan KPM agar hak mereka harus dipenuhi agen. Mereka bisa menuntut ke agen supaya kebutuhannya terpenuhi,” pungkasnya. (Daday)


Next Post

Wali Kota Saksikan Kemenangan Perdana Persikota Muda Di Piala Soeratin

Rab Feb 12 , 2020
Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah memberikan dukungan kepada skuad Persikota Tangerang U-17 yang bertanding dalam […]