MASJID DAN GEREJA DI CITRA MAJA RAYA : AKIDAH TERJAGA, KERUKUNAN TERPELIHARA


LEBAK – Umat beragama di lingkungan Citra Maja Raya, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merasakan adanya kurukunan antarumat beragama. Dua buah masjid dan buah gereja dibangun dalam satu lingkungan. Pembangunan keempat rumah ibadah itu sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Lebak. “In syaa Allah, prosesi pembangunannya akan tetap lancar,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, Drs. Khaerudin, Kamis (11/07/4).

Selama pembangunan rumah ibadah berlangsung, terutama umat Katolik dan umat Protestan, akan melaksanakan ibadah di rumah yang bukan khusus rumah untuk ibadah. Penggunaan bangunan gedung yang dijadikan rumah ibadah sementara harus ada izin sementara pula dari Pemerintah Kabupaten Lebak, seperti kata Khaerudin.

Untuk terbitnya surat izin sementara itu, kata Khaerudin pula, harus ada pertimbangan pendapat tertulis dari FKUB dan Kemenag. Di samping itu, harus pula ada izin tertulis dari pemilik gedung yang akan dijadikan rumah ibadah sementara. Tak kalah penting, terbitnya rekomendasi tertulis dari kepala desa. “Semua itu aturan yang sudah disepakati umat beragama, yang tertuang dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.” kata Khaerudin lagi.

Rapat Koordinasi

Pemerintah Kabupaten Lebak menggelar rapat koordinasi, di ruang kerja Penjabat Bupati Lebak, Selasa (9/7/24). Pokok bahasan rapat kerja terutama tentang pola dan format penerbitan izin sementara pemanfaatan bangunan gedung untuk rumah ibadah, yang dalam hal ini ibadah umat Katolik dan umat Protestan.

Hadir dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Penjabat Bupati Lebak Iwan Kurniawan, S.T., M.M. itu, unsur dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Kemenag, FKUB, Tim Pengusul Rekomendasi Rumah Ibadah Sementara, Citra Maja Raya, dan lain-lain.

Rapat koordinasi itu sengaja diselenggarakan untuk tertibnya penerbitan rekomendasi rumah ibadah sementara, sebagaimana amanat peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri. “Baik umat Katolik maupun umat Protestan memahami peraturan bersama ini. Mereka bersabar sampai terbitnya rekomendasi,” kata Khaerudin.

Apreasiasi untuk Pemerintah
Hasil rapat koordinasi, Pemerintah Kabupaten Lebak segera menerbitkan rekomendasi dimaksud setelah segala persyaratan administrasi terpenuhi. Umat Katolik dan umat Protestan di lingkungan Citra Maja Raya khususnya merasa lega juga. Rekomendasi penggunaan rumah ibadah sementara akan terbit. “Apresiasi untuk Pemerintah Kabupaten Lebak, Kemenag, FKUB, dan Citra Maja Raya,” kata Pendeta Robert Nixon Kindangen, S.Pt., S.Si., Kamis (11/07/24). “Semua itu membuktikan bahwa Kabupaten Lebak adalah daerah toleransi,” tambah pendeta ber-kaca mata ini.

Gedung yang nanti akan dijadikan rumah ibadah sementara itu terletak di Desa Curugbadak. Kades H. Agus Supandi, S.Pd., M.M.sudah menerbitkan rekomendasi tertulis, 9 April 2024. Rekomendasi dari kades terhitung penting, karena akan jadi salah satu dasar penerbitan rekomendasi berikutnya. Pendapat tertulis dari Kementerian Agama Kabupaten Lebak segera menyusul, sebagai tindak lanjut hasil rapat koordinasi, seperti diakui Kepalanya, Dr. H. Masyhudi, S.Ag M.Pd. Pendapat tertulis dari FKUB sedang dibuat.

Maja Sekarang Ini

Boleh jadi, tak terbayang sebelumnya, Kecamatan Maja akan secepatnya seperti sekarang ini. Maja dan kecamatan lainnya mungkin saja suatu hari jadi sebuah kota, Kota Maja. Perkembangan Kecamatan Maja sangat cepat akhir-akhir ini, terutama ditandai dengan kehadiran lingkungan Citra Maja Raya – atau orang Maja menyebutnya CMR

Seiring dengan perkembangan itu, penghuni lingkungan CMR lebih beragam, terutama oleh penganut beragama. Umat Islam memang masih mayoritas, tetapi “muhajirin” umat Katolik dan Umat Protestan ke lingkungan CMR ini semakin banyak pula.

Kini, ada ratusan penganut Katolik dan penganut Protestan di lingkungan CMR ini. Bagaimanapun, kehidupan antarumat beragama harus rukun. Motto FKUB diterapkan di sini : Bersatu dalam perbedaan. Berbeda dalam persatuan. Akidah terjaga, kerukunan terpelihara. Umat Islam di Maja khususnya sudah menunjukkan toleransinya.

Pihak manajemen CMR menyadari pentingnya rumah ibadah. baik untuk umat Islam, umat Katolik, maupun untuk umat Protestan. Oleh karena itu, pihak CMR menyediakan anggaran Rp20 miliar, untuk pembangunan masjid dan gereja.

Di samping itu, CMR menyediakan tanah hibah sekitar 600 meter persegi untuk pembangunan musala di Kluster Canggu. Biaya pembangunannya berasal dari infak penghuni Kluster Canggu dan dermawan lainnya. Musala itu kemudian diberi nama Nurul Iman, Sinar Iman. (Dean Al-Gamereau).


Next Post

Pantau Inovasi Polsek Mapanget Masuk 10 Besar, Kompolnas Visitasi ke Manado

Kam Jul 11 , 2024
MANADO – Delegasi Tim Kompolnas yang dipimpin Ketua Harian Irjen Pol. (Purn) Dr. Benny Josua Mamoto, S.H., M.Si dan H. […]