PCNU Tangsel dan Kemenag Siapkan Enam Agenda Strategis, dari Pendidikan Keagamaan hingga Sertifikasi Halal


TANGERANG SELATAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan mendorong sinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, M.Si., dalam forum Ngopi Senja Keliling Kota yang digelar bersama Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan. Kegiatan itu mengangkat tema Bersinergi untuk Menguatkan Pendidikan Keagamaan, Harmoni, dan Pelayanan Umat.

Abdullah menegaskan, NU dan Kemenag memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjawab berbagai persoalan umat. Kemenag memiliki instrumen kebijakan dan pelayanan negara, sedangkan NU mempunyai kekuatan sosial serta jaringan jamaah hingga tingkat akar rumput.

“Kolaborasi NU dan Kemenag harus bersama-sama menyelesaikan persoalan umat. Kemenag memiliki instrumen negara, sementara NU memiliki kekuatan sosial dan jaringan jamaah hingga akar rumput,” ujar Abdullah.

Menurutnya, kerja sama tersebut perlu diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan keagamaan, penguatan harmoni sosial, dan transformasi pelayanan umat. Pesantren, madrasah, taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), majelis taklim, serta guru ngaji dinilai perlu mendapat penguatan agar menjadi bagian dari ekosistem pendidikan keagamaan yang adaptif dan berdaya saing.

Kemenag Tangsel Paparkan Enam Agenda Kolaborasi

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang Selatan, H. Rifauddin, memaparkan enam agenda utama yang dinilai dapat menjadi fokus kerja bersama PCNU dan Kemenag.

Pertama, pemutakhiran data pesantren untuk mendukung kebijakan pembinaan yang lebih akurat dan tepat sasaran.

Kedua, penguatan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pemerataan tenaga pendidik, peningkatan kompetensi, serta penguatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an.

Ketiga, penguatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) guna membekali calon pengantin dengan kesiapan mental, spiritual, kesehatan, komunikasi, dan ekonomi dalam membangun keluarga.

Keempat, penguatan kegiatan rukyatul hilal untuk mendukung penentuan awal bulan Hijriah secara akurat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat.

Kelima, pengecekan ulang arah kiblat di masjid, musala, pesantren, madrasah, dan fasilitas ibadah lainnya agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keenam, percepatan sertifikasi halal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan pesantren serta warga Nahdliyin.

Rifauddin juga menyampaikan bahwa Kemenag Tangsel memiliki dua petugas pengawas halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang dapat mendukung pendampingan sertifikasi halal melalui gerakan Wajib Halal Oktober (WHO).

Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan konsumen sekaligus upaya meningkatkan daya saing produk usaha masyarakat.

NU Siap Gerakkan Jaringan hingga Akar Rumput

Menanggapi enam agenda tersebut, Abdullah menyambut baik rencana kolaborasi dan menyatakan kesiapan PCNU Tangsel untuk menggerakkan struktur organisasi, lembaga, badan otonom, pesantren, madrasah, serta jaringan jamaah dalam mendukung pelaksanaannya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan sinergi harus diukur melalui hasil konkret yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari frekuensi pertemuan atau kegiatan bersama.

“Ukuran keberhasilan bukan seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa banyak persoalan umat yang berhasil kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Abdullah berharap forum Ngopi Senja Keliling Kota menjadi titik awal kerja bersama yang lebih terarah, dengan target yang jelas, pembagian peran, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi berkala.

Dengan demikian, enam agenda yang dibahas tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Dari gagasan lahir kolaborasi, dari kolaborasi lahir aksi, dan dari aksi lahir kemaslahatan. Kemenag melayani, NU menggerakkan, umat merasakan manfaat,” pungkasnya.


Next Post

Kemenkum Malut Gelar Rapat Evaluasi Program Kerja Pelayanan Masyarakat

Sen Okt 19 , 2026
Ternate – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Maluku Utara, Budi Argap Situngkir, memimpin langsung rapat evaluasi pengembangan dan peningkatan kinerja […]