KORANTANGERANG.COM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar terus berkomitmen memberikan pembinaan kemandirian yang produktif bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program yang kini menunjukkan hasil gemilang adalah pembinaan kemandirian di bidang seni rupa, khususnya seni lukis. Melalui program ini, para warga binaan terbukti mampu menghasilkan karya seni yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga memiliki nilai ekonomis yang potensial.
Dalam sebuah kesempatan, hasil karya luar biasa dari warga binaan dipamerkan langsung di area bengkel kerja Lapas Banjar. Dua buah lukisan besar dengan detail yang menakjubkan menjadi sorotan utama.
Lukisan pertama menggambarkan seekor burung merak yang anggun dengan ekor bulu yang berwarna-warni, bertengger di dahan dengan latar belakang matahari terbenam yang hangat. Lukisan kedua menampilkan delapan ekor kuda yang sedang berlari kencang dengan penuh semangat melintasi hamparan air, di bawah langit senja yang dramatis. Kedua karya ini merupakan bukti nyata dari bakat dan ketekunan yang dimiliki oleh para warga binaan.
Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menyambut sangat positif perkembangan ini. Beliau menekankan bahwa program pembinaan ini bertujuan untuk memberikan bekal keahlian praktis yang dapat digunakan oleh para warga binaan setelah mereka kembali ke masyarakat nanti.
“Kami sangat bangga dengan hasil karya teman-teman warga binaan. Ini membuktikan bahwa di tengah keterbatasan ruang gerak, kreativitas dan bakat mereka tetap bisa tersalurkan dengan baik dan bahkan menghasilkan karya yang berkualitas,” ujar Tutut Prasetyo.
Kalapas Banjar juga menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada proses pembuatan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi.
“Program pembinaan kemandirian, termasuk seni lukis ini, memiliki tujuan jangka panjang untuk memberikan bekal skill yang nyata. Karya-karya ini memiliki nilai ekonomi, dan kami berupaya mencari peluang pasar agar hasil karya mereka dapat terjual. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami agar mereka memiliki modal keahlian dan mungkin modal usaha ketika sudah bebas kelak,” tambah Kalapas Tutut Prasetyo.
Pihak Lapas Banjar akan terus mendukung dan memfasilitasi kreativitas para warga binaan dengan menyediakan bahan dan ruang untuk berkreasi. Rencana ke depan, Lapas Banjar juga mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan galeri seni lokal atau mengadakan pameran khusus untuk memperkenalkan karya-karya ini kepada publik secara lebih luas. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi motivasi warga binaan dan juga mengubah persepsi masyarakat terhadap mereka.
Ketersediaan lukisan-lukisan ini merupakan wujud nyata dari upaya pemasyarakatan yang tidak hanya bersifat menghukum, tetapi juga memulihkan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan warga binaan agar menjadi manusia yang mandiri dan berguna bagi masyarakat.(Red)



