BPBD Kota Tangerang Pimpin Evakuasi Banjir Setinggi 140 Cm di Cipondoh, 60 KK Mengungsi


KOTA TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memimpin langsung penanganan darurat banjir yang merendam permukiman warga di Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 02, RW 06, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, pada Selasa (5/5/2026). Air diketahui naik hingga mencapai ketinggian sekitar 140 sentimeter, sehingga mengganggu aktivitas dan memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD berkoordinasi dan menggabungkan kekuatan dengan unsur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepolisian, dan Tentara Nasional Indonesia. Gabungan petugas ini segera dikerahkan ke lokasi guna melakukan evakuasi dan memastikan keselamatan warga terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa sejumlah personel telah diterjunkan dengan dukungan perlengkapan berupa satu unit perahu dan tiga buah dayung. Alat ini digunakan untuk memudahkan mobilisasi petugas sekaligus memindahkan warga di tengah genangan air yang cukup dalam dan sulit dijangkau dengan berjalan kaki.

“Proses evakuasi dilakukan sejak pukul 10.10 WIB dengan cara menyisir rumah-rumah warga yang terendam banjir. Kami pastikan tidak ada warga yang tertinggal dan semua yang membutuhkan pertolongan segera dibawa ke tempat yang aman,” tegas Mahdiar.

Berdasarkan data yang dihimpun tim lapangan BPBD, sebanyak 60 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi dan dibagi ke dalam dua titik penampungan. Sebanyak 45 KK ditempatkan di area Rumah Pemotongan Hewan (RPH), sedangkan 15 KK lainnya berlindung di Musala Al Maarif. Kedua lokasi tersebut dipilih karena dinilai aman dari jangkauan air dan memadai untuk menampung kebutuhan dasar sementara.

Mahdiar menambahkan bahwa dalam proses penyelamatan, pihaknya memprioritaskan warga yang tinggal di titik dengan ketinggian air paling tinggi, serta kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Penggunaan perahu menjadi solusi utama untuk memindahkan mereka dengan aman dan menghindari risiko terpeleset atau terpapar air yang terus naik.

“Selain yang sudah diungsikan, sebagian warga lain diketahui masih bertahan di rumah masing-masing atau memilih berlindung sementara ke rumah tetangga yang memiliki bangunan bertingkat dan belum terjangkau air. Tim kami tetap memantau kondisi mereka secara berkala agar tetap dalam keadaan aman,” jelasnya.

Hingga saat ini, petugas BPBD beserta unsur terkait terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan tinggi air di lokasi, sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi di lokasi penampungan dapat terpenuhi dengan baik. Pihaknya juga mengimbau seluruh warga di sekitar lokasi banjir untuk tetap waspada mengingat potensi kenaikan debit air sewaktu-waktu. Warga diminta segera melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi layanan darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi maupun pertolongan medis.(*)


Next Post

Ketua KIP DKI Visitasi SMAN 96 Jakarta ; Pastikan UU Keterbukaan Informasi Publik No 14 Tahun 2008 di implementasikan Konsisten

Sel Mei 5 , 2026
Komisi Informasi (KI) Provinsi DKI Jakarta melakukan visitasi ke SMAN 96 Jakarta dalam rangka evaluasi pelaksanaan keterbukaan informasi publik melalui […]